Sumbawanews.com,- Ferran Torres mencetak gol penentu kemenangan 1-0 atas Argentina di final Piala Dunia 2026, menit ke-106, membawa Spanyol meraih gelar juara dunia kedua setelah 12 tahun. Gol yang melegakan itu sekaligus menjadi jawaban atas kritik sengit yang ia terima sepanjang turnamen, setelah gagal mencetak gol di laga pembuka melawan Tanjung Verde dan hanya menjadi pemain pengganti di sebagian besar pertandingan.
Sebelum gol penentu itu, Torres menjadi sasaran kritik tajam dari fans dan media Spanyol karena performa tak konsisten di lini depan. Ia sempat menjadi starter di laga pembuka, namun gagal memanfaatkan sejumlah peluang, berakhir dengan skor imbang 0-0. Dari situ, ia hampir selalu dimainkan sebagai pemain pengganti—hingga akhirnya dipercaya menit-menit akhir final.
“Gol di final seperti membayar semua peluang yang saya buang-buang sebelumnya,” ujar Torres, seperti dikutip Tribuna. “Proses yang Anda lalui selama masa-masa sulit membentuk mental Anda sehingga bisa membuat keputusan bagus.”
Ia menambahkan, meski dikritik habis-habisan selama turnamen, ia yakin bahwa menjadi sorotan—bahkan negatif—adalah tanda bahwa ia sudah melakukan sesuatu yang signifikan. “Ini sudah garis tangan Tuhan, dan sangat berarti untuk saya.”
Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri puasa gelar Spanyol sejak 2010, tetapi juga menjadi momen paling personal dalam karier Torres—dari objek cacian menjadi pahlawan bangsa dalam satu tendangan di waktu tambahan.















