Sumbawanews.com,- I.League mengumumkan skema baru pengurangan poin bagi klub yang gagal memenuhi standar lisensi profesional, berlaku mulai musim 2026/2027. Direktur Utama I.League Ferry Paulus menjelaskan, kriteria lisensi diperketat dari lima menjadi tujuh aspek sesuai arahan AFC, dengan konsekuensi sanksi poin berbeda tiap kasta kompetisi. Klub Super League akan kehilangan dua poin per aspek yang gagal, berpotensi minus 14 poin jika gagal di semua kriteria. Di kasta kedua, Championship, sanksinya satu poin per aspek, atau maksimal minus tujuh poin. Sementara klub Liga Nusantara yang tidak lolos lisensi tidak hanya kena poin, tapi juga terancam gagal promosi, dengan mekanisme wildcard untuk tim yang sebelumnya terdegradasi jika pengganti tidak siap.
Ferry Paulus menegaskan, perubahan ini bukan sekadar penambahan syarat, tapi upaya menyelaraskan standar klub Indonesia dengan regulasi kontinental. “Tujuh kriteria ini lebih rigid, tapi verifikasinya jauh lebih mudah karena apple-to-apple-nya lebih jelas,” ujarnya usai RUPS I.League di Jakarta, Rabu (26/8/2026). Lima aspek lama—legal, finansial, infrastruktur, personel dan administrasi, serta sporting—kini diperluas menjadi tujuh, sesuai panduan AFC. Untuk Super League, sanksi poin tetap proporsional: dua poin per aspek gagal, sehingga dari semula maksimal minus 10 poin (jika gagal di lima aspek), kini menjadi maksimal minus 14 poin. Di Championship dan Liga Nusantara, sanksi tetap satu poin per aspek, artinya maksimal minus tujuh poin.
Klub Liga Nusantara yang gagal memenuhi tujuh kriteria tidak hanya terhambat promosi, tapi juga membuka ruang bagi tim yang sebelumnya terdegradasi untuk kembali lewat mekanisme wildcard, jika calon pengganti tidak memenuhi syarat. “Ini untuk menjaga kualitas kompetisi, bukan sekadar memperbanyak tim,” tegas Ferry. Aturan ini berlaku seragam di seluruh liga di bawah naungan I.League, termasuk kompetisi Piala Liga 2026/2027 yang jadwal kick-off-nya telah ditetapkan pada 3 November mendatang.















