Sumbawanews.com,- Empat laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 telah usai, tapi belum ada satupun wakil Eropa yang berhasil melangkah ke babak 16 besar. Jerman dan Belanda—dua kekuatan tradisional sepak bola benua biru—gagal melaju setelah kalah adu penalti masing-masing melawan Paraguay dan Maroko. Kegagalan itu memicu kekhawatiran: apakah musim ini menjadi yang pertama sejak 1978 di mana tak ada tim UEFA yang menembus fase gugur kedua?
Kini, tugas berat jatuh ke bahu tim-tim Eropa yang masih bertahan. Norwegia, dengan Erling Haaland sebagai ujung tombak, akan menghadapi Pantai Gading pada Rabu, 1 Juli pukul 00:00 WIB di Dallas Stadium. Kemenangan bagi tim Skandinavia itu bukan jaminan, tapi peluang 50-50 membuka harapan pertama bagi benua Eropa untuk kembali bersaing di pentas teratas.
Namun, kunci utama kebangkitan Eropa justru terletak pada pertandingan antara Prancis dan Swedia, yang akan berlangsung empat jam setelahnya di New York New Jersey Stadium. Tim juara bertahan yang dipimpin Kylian Mbappé menjadi favorit mutlak, tapi kekompakan dan ketahanan pertahanan Swedia—yang sukses menembus babak 32 besar tanpa kebobolan dalam tiga laga fase grup—menjadi ancaman nyata.
Di sisi lain, enam laga sisa babak 32 besar masih menyisakan lima tim Eropa lain yang berpeluang melaju: Inggris, Belgia, Swiss, Spanyol, dan Portugal. Namun, tiga di antaranya justru saling berhadapan: Portugal vs Kroasia, Spanyol vs Austria, dan Swiss vs Aljazair. Ini berarti, jika dua dari tiga pertandingan sesama Eropa ini berakhir dengan kemenangan tim benua biru, maka hanya satu wakil yang bisa maju—sementara dua negara Eropa lainnya harus tersingkir dalam bentrokan internal.
Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina, Belgia, dan Inggris akan menghadapi lawan dari luar Eropa: Amerika Serikat, Senegal, dan RD Kongo. Hasil dari laga-laga ini akan menentukan apakah Eropa bisa bangkit dalam 24 jam ke depan, atau harus menunggu lebih lama untuk kembali menampilkan wajahnya di babak 16 besar.
Dengan 11 tim Eropa yang masih bertahan dari 13 yang lolos ke fase gugur, tekanan psikologis semakin besar. Fanatisme pendukung, sejarah prestasi, dan ekspektasi tinggi menjadi beban yang tak ringan. Dan jika Prancis gagal menang atas Swedia, maka Piala Dunia 2026 akan mencatatkan diri sebagai edisi pertama sejak 1978 di mana tidak ada tim Eropa yang lolos ke 16 besar—sebuah kejadian yang belum pernah terjadi dalam sejarah turnamen modern.















