Sumbawanews.com,- Erick Thohir menyatakan belum menutup kemungkinan untuk mencalonkan diri kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada pemilihan tahun depan, setelah masa jabatannya berakhir pada Februari 2027. Keputusan itu akan ia diskusikan terlebih dahulu dengan pemerintah dan FIFA, sebelum mempertimbangkan keinginan masyarakat sepakbola Indonesia. Pernyataan itu disampaikannya usai Kongres PSSI 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026), yang juga memutuskan penundaan pemilihan ketum hingga Juli 2027.
Pemilihan ketum yang semula dijadwalkan tahun ini ditunda untuk menyesuaikan jadwal Kongres PSSI Provinsi (Asprov) yang akan digelar serentak pada Oktober dan November 2026. Saat ini, lebih dari 14 Asprov masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) dari unsur Komite Eksekutif PSSI. Erick menekankan pentingnya membangun fondasi kuat di tingkat provinsi agar kepengurusan pusat dan daerah bisa berjalan sinergis.
Masa jabatan Erick Thohir sebagai Ketum PSSI dimulai sejak Kongres Luar Biasa pada Februari 2023, ketika ia terpilih dengan perolehan 64 suara mengalahkan La Nyalla Mattalitti yang mendapat 24 suara. Sesuai statuta PSSI, masa jabatan ketua umum berlangsung empat tahun, sehingga pemilihan penggantinya wajib dilakukan pada awal 2027. Namun, dengan penundaan resmi hingga Juli 2027, proses pergantian kepemimpinan akan mengikuti alur organisasi yang lebih terstruktur.
“Kita tidak dalam posisi bersaing dengan siapapun. Yang terbaik untuk sepakbola Indonesia, itulah yang harus dipilih,” ujar Erick dalam keterangan resminya. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir bukan hanya soal keinginan pribadi, tetapi soal kebutuhan sistemik bagi perkembangan sepakbola nasional.
Dengan fokus pada penguatan struktur kepengurusan di tingkat provinsi, PSSI di bawah kepemimpinan Erick berupaya memastikan bahwa pemilihan ketum mendatang bukan sekadar ritual politik, melainkan langkah strategis menuju stabilitas jangka panjang.















