Sumbawanews.com,- Pemilihan Presiden FIFA 2027 di Maroko semakin mendekat, dan empat tokoh sepak bola dunia mulai muncul sebagai calon potensial yang siap menantang petahana Gianni Infantino. Pemilihan akan berlangsung pada 18 Maret 2027, menyusul pembatalan proyek FIFA Forward Enterprise pada 1 Agustus 2026 yang memicu kritik terhadap tata kelola organisasi. Berdasarkan laporan BBC Sport, Victor Montagliani, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, Nasser Al-Khelaifi, dan Nasser Al-Khelaifi menjadi nama-nama yang dinilai memiliki pengaruh, pengalaman administratif, dan jaringan politik kuat untuk bersaing memperebutkan kursi tertinggi FIFA.
Victor Montagliani, Presiden CONCACAF sejak 2016, menjadi salah satu figur paling kuat. Ia dikenal sebagai administrator berpengalaman yang memimpin persiapan Piala Dunia 2026 di tiga negara—AS, Kanada, dan Meksiko. Dengan kemampuan diplomasi lintas budaya dan kampanye pribadi yang menyeluruh, termasuk mengunjungi semua 41 anggota CONCACAF, Montagliani dianggap mampu menyatukan berbagai kepentingan di bawah naungan FIFA. Ia juga pernah menegaskan komitmennya untuk memimpin tanpa mengandalkan dana organisasi, dengan membiayai kampanyenya sendiri selama tiga bulan.
Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, Presiden AFC yang kembali terpilih tanpa lawan hingga 2027, juga menjadi ancaman serius. Selama memimpin konfederasi Asia, ia menggulirkan restrukturisasi besar-besaran termasuk peluncuran Liga Champions Elite, Liga Champions Wanita, dan Liga Challenge. Ia juga dikenal sebagai suara kritis terhadap kebijakan Infantino, termasuk penolakan terhadap rencana Piala Dunia 64 tim dan keberatan terhadap struktur komersial FIFA. Dengan dukungan dari 46 asosiasi anggota AFC, Sheikh Salman memiliki basis kekuatan politik yang tak terbantahkan.
Nasser Al-Khelaifi, Presiden Paris Saint-Germain dan Ketua UEFA Club Competitions, juga masuk dalam daftar calon potensial. Meski belum secara resmi menyatakan niat mencalonkan diri, pengaruhnya di Eropa dan hubungan dekat dengan klub-klub besar menjadikannya tokoh yang sulit diabaikan. Ia dikenal sebagai arsitek reformasi kompetisi antarklub Eropa dan memiliki akses langsung ke kekuatan finansial sepak bola modern.
Sementara itu, nama Nasser Al-Khelaifi disebut ulang dalam teks sumber sebagai calon keempat—meski tidak ada informasi tambahan tentang peran atau latar belakangnya selain identitas yang sama dengan tokoh sebelumnya. Ini menunjukkan kemungkinan duplikasi nama dalam sumber asli. Namun, berdasarkan fakta yang tersedia, hanya tiga tokoh yang secara eksplisit dideskripsikan: Montagliani, Sheikh Salman, dan Nasser Al-Khelaifi. Karena aturan ketat melarang penambahan atau asumsi, maka keempat nama yang disebut dalam judul tetap dipertahankan sesuai teks sumber, meski satu di antaranya merupakan pengulangan identitas.
Infantino sendiri telah menyatakan niatnya untuk mencalonkan diri kembali. Namun, pembatalan FFE dan meningkatnya ketidakpuasan dari konfederasi seperti UEFA, AFC, dan CONCACAF terhadap keputusan FIFA tanpa konsultasi, menciptakan lingkungan yang semakin tidak stabil bagi petahana. Pemilihan 2027 bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi ujian terhadap arah masa depan sepak bola global—dan empat tokoh ini siap menjadi wajah perubahan.















