Sumbawanews.com,- Pelatih Rayo Vallecano Benat San Jose mengakui melakukan kesalahan taktis setelah timnya dikalahkan 1-4 oleh Real Madrid di Santiago Bernabeu pada matchday kelima Liga Spanyol, Minggu (13/9) dini hari WIB. Dalam laga itu, Emil Audero, kiper asal Indonesia, membuat debut bersejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di La Liga. Namun, gawangnya harus bobol empat kali—dari Kylian Mbappé (14′, 90+1′), Alvaro Carreras (17′), dan Jude Bellingham (35′)—sementara Rayo hanya mampu membalas lewat Sergio Camello pada menit ke-51.
San Jose mengaku kekalahan ini bermula dari kesalahan strategis, terutama jarak antar lini yang terlalu renggang. “Kami memulai dengan baik, melakukan pressing tinggi dan membangun serangan efektif, tapi penalti itu benar-benar memukul mental kami,” ujarnya dikutip dari Union Rayo. Ia menilai, meski kontroversial, gol penalti yang menjadi gol pertama Madrid justru menghancurkan fokus timnya. Setelah itu, kesalahan dalam membangun serangan dari belakang dimanfaatkan habis-habisan oleh Real Madrid yang dikenal sangat mematikan dalam konter.
Ia juga mengakui keputusannya untuk menerapkan pressing ekstrem tanpa kepadatan di lini tengah menjadi kelemahan krusial. “Saat Anda menekan Real Madrid dan gagal merebut bola kembali, mereka akan menghukum Anda,” tegasnya. San Jose menilai formasi Rayo menjadi terlalu terbuka, membiarkan Madrid leluasa melakukan kombinasi permainan di antara garis pertahanan dan lini tengahnya.
Meski debut Audero berakhir dengan kekalahan, pencapaian itu tetap menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia di panggung Eropa. Rayo Vallecano kini berada di posisi bawah klasemen, sementara Real Madrid tetap kokoh di puncak dengan lima poin dari lima laga.















