Sumbawanews.com,- Chelsea resmi mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa dengan biaya £117 juta, memecahkan rekor transfer klub sekaligus menjadi pemain Inggris termahal sepanjang sejarah. Pemain berusia 23 tahun itu menyelesaikan tugasnya bersama tim nasional Inggris di Piala Dunia 2026 sebelum menjalani tes medis pada 20 Juli 2026. Kesepakatan ini menandai lompatan besar dalam strategi rekonstruksi skuad Chelsea di bawah pelatih baru Xabi Alonso.
Transfer senilai £117 juta atau sekitar Rp2,8 triliun itu menggeser rekor sebelumnya yang dipegang Enzo Fernández, yang dibeli Chelsea dengan biaya £107 juta pada 2023. Rogers juga mengungguli rekor pemain Inggris termahal sebelumnya, yakni Elliot Anderson yang dibeli Manchester City dengan harga £116 juta. Nilai transfer ini setara dengan $157,2 juta atau €137,6 juta, mencerminkan tingginya permintaan terhadap bakatnya di pasar Eropa.
Rogers menjadi sosok kunci dalam perjalanan timnas Inggris di Piala Dunia 2026, di mana ia tampil sebagai starter di semifinal melawan Argentina dan memberikan assist untuk gol Anthony Gordon. Timnas Inggris berhasil meraih medali perunggu setelah mengalahkan Prancis 6-4 dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. Di Chelsea, ia menandatangani kontrak enam tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun tambahan.
Kedatangan Rogers menjadi hasil dari persaingan ketat dengan Arsenal, yang juga tertarik memboyongnya. Pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, disebut berperan penting dalam meyakinkan Rogers untuk memilih Stamford Bridge. Sebelumnya, Rogers menunjukkan performa gemilang bersama Aston Villa dengan mencetak 21 gol dari 85 penampilan di liga, serta berkontribusi signifikan dalam kemenangan Villa di Liga Europa musim lalu.
Aston Villa sendiri membeli Rogers dari Middlesbrough pada Februari 2024 dengan biaya awal £8 juta, yang bisa meningkat hingga £15 juta berdasarkan klausul tambahan. Kini, Middlesbrough akan menerima setidaknya £20,4 juta dari penjualan Rogers, yang menjadi rekor biaya _sell-on_ tertinggi dalam sejarah sepak bola Inggris.















