Sumbawanews.com,- Pada musim panas 2026, setelah Gennaro Gattuso mundur dari kursi pelatih timnas Italia usai gagal lolos ke Piala Dunia 2026, Paolo Maldini—selaku Direktur Teknik FIGC—mendekati Pep Guardiola untuk mengambil alih kepemimpinan Gli Azzurri. Maldini mengungkap bahwa Guardiola, yang baru saja mengakhiri masa jabatannya di Manchester City, hampir menerima tawaran itu. Bahkan, menurut Maldini, Guardiola sudah mulai menulis formasi di selembar kertas sebagai tanda seriusnya minat terhadap pekerjaan tersebut.
Maldini dan tim FIGC mengunjungi Guardiola di Barcelona, di mana mereka menghabiskan sepanjang hari berbincang dan makan siang bersama. “Dia sangat tertarik. Dia sudah hampir menerimanya. Dia bahkan mulai menulis formasi di selembar kertas,” ujar Maldini dalam wawancara dengan Corriere della Sera. Meski laporan beredar bahwa Guardiola meminta gaji 20 juta euro per musim, Maldini membantah bahwa masalah finansial menjadi penghalang. “Jelas bukan. Uang tidak pernah jadi masalah. Pep bilang dengan jelas kepada kami: Beri aku satu euro lebih sedikit daripada yang didapat pelatih sebelumnya dan aku tidak masalah.”
Guardiola akhirnya menolak tawaran itu bukan karena uang, melainkan karena ia ingin mengambil jeda istirahat setelah bertahun-tahun memimpin tim top Eropa. Sementara itu, Carlo Ancelotti juga menjadi kandidat utama, tetapi menolak karena ingin menghormati kontraknya dengan timnas Brasil. Pada akhirnya, Roberto Mancini kembali dipilih untuk memimpin timnas Italia, menggantikan Gattuso yang mengundurkan diri pada April 2026.















