Sumbawanews.com,- Brentford resmi merekrut gelandang Mamadou Sangare dari RC Lens dengan biaya lebih dari 42,5 juta poundsterling, memecahkan rekor transfer klub yang sebelumnya dipegang Dango Ouattara. Pemain asal Mali berusia 24 tahun itu menandatangani kontrak lima tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun, sehingga akan menghuni Gtech Community Stadium hingga musim panas 2032. Keputusan ini menjadi langkah strategis The Bees untuk menggantikan Jordan Henderson yang meninggalkan klub secara bebas transfer bulan lalu.
Sangare tiba di Inggris setelah musim luar biasa bersama Lens, di mana ia menjadi tulang punggung tim dalam meraih gelar Coupe de France pertama dalam sejarah klub usai mengalahkan Nice 3-1 pada musim 2025/26. Ia juga membantu Lens lolos ke Liga Champions, menunjukkan konsistensi performa dengan 33 penampilan di semua kompetisi, mencatat tiga gol dan tiga assist. Prestasinya tak hanya diukur dari angka, tapi juga statistik defensif impresif: 207 pemulihan bola terbanyak di Ligue 1, 86 tekel terbanyak, dan 190 duel menang — menjadikannya pilihan utama pelatih Keith Andrews untuk memperkuat lini tengah.
Andrews memuji Sangare sebagai sosok yang ideal: disiplin, rendah hati, dan penuh tekad. Penghargaan Prix Marc-Vivien Foé sebagai pemain Afrika terbaik di Ligue 1 serta masuknya ia ke dalam Tim Terbaik UNFP Ligue 1 semakin memperkuat reputasi sang gelandang sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di Eropa. Dengan kehadirannya, Brentford berambisi membangun fondasi ketat di tengah lapangan sekaligus menambah dimensi fisik dan teknis yang selama ini menjadi kelemahan skuad.
Rekor transfer sebelumnya milik Ouattara — yang didatangkan dari Bournemouth dengan harga senilai 42,5 juta pound pada Agustus 2025 — kini menjadi sejarah. Meski nilai pasti transaksi tidak diumumkan secara resmi, sejumlah sumber media menyebut angka antara £39 juta hingga £42,5 juta, yang tetap menjadikan Sangare sebagai pemain termahal dalam sejarah Brentford. Kedatangannya bukan sekadar pembelian, tapi investasi jangka panjang untuk membangun identitas tim yang lebih kuat dan kompetitif di kancah Eropa.















