Home Berita Olah Raga Belanda Kalah, Van der Vaart Menyesal Usai Ramalkan Kemenangan 3-0

Belanda Kalah, Van der Vaart Menyesal Usai Ramalkan Kemenangan 3-0

Sumbawanews.com,- Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai dikalahkan Maroko dalam adu penalti 3-2 di Estadio Monterrey, Meksiko, pada Selasa (30/6/2026). Hasil ini menjadi kejutan besar setelah sehari sebelum laga, legenda Oranje, Rafael van der Vaart, dengan percaya diri menyatakan bahwa timnya akan menang 3-0.

Dalam wawancara eksklusif di channel NOS, van der Vaart tak segan membandingkan skuad kedua tim secara rinci. “Belanda akan menang 3-0, saya serius. Belanda pasti menang,” ujarnya. “Jika dilihat satu per satu, pemain Belanda jauh lebih unggul dari segi kualitas dan pengalaman di level klub.”

Namun, realitas berbicara lain. Di waktu normal, Belanda unggul lewat gol Gakpo di menit ke-72, tetapi Maroko menyamakan skor lewat aksi Diop di injury time. Babak perpanjangan waktu berlalu tanpa gol, dan di adu penalti, tiga eksekutor Belanda gagal—satu melebar, satu menghantam tiang, dan satu ditepis kiper Yassine Bounou yang tampil gemilang.

Van der Vaart, yang pernah memperkuat Timnas Belanda sebanyak 109 kali, harus menelan kekalahan pahit atas prediksinya. Dalam sesi pasca-laga, ia mengaku kecewa dan mengakui kesalahan penilaian. “Sejujurnya, Maroko tampil penuh berkualitas. Mereka lebih baik sejak menit pertama,” ucapnya. “Saya sangat kecewa. Ini laga buruk untuk Belanda. Mereka sempat memimpin, tapi Maroko adalah tim yang lebih baik secara keseluruhan.”

Kekalahan ini menandai berakhirnya perjalanan Belanda di turnamen yang diharapkan bisa membawa mereka ke gelar juara. Pelatih Louis van Gaal, yang sebelumnya dikabarkan akan mundur, memang belum mengumumkan keputusan resminya, tetapi tekanan politik dan publik kini menggantung di atas kepala manajemen tim.

Sementara itu, Maroko melaju ke babak 16 besar sebagai tim yang tak terduga, menghadapi Kanada—tim yang juga mengejutkan dengan lolos dari grup yang berisi juara bertahan Prancis. Kemenangan ini memperkuat narasi bahwa Piala Dunia 2026 bukan hanya milik raksasa Eropa, tetapi juga milik tim-tim yang bermain dengan semangat, disiplin, dan keberanian.

Van der Vaart, yang kini aktif sebagai analis sepak bola, menjadi simbol betapa mudahnya meramal kemenangan—tapi sulitnya memahami jiwa tim yang bermain di atas lapangan.

Previous articleLeBron James Pilih Jalan Baru Usai Delapan Tahun Bersama Lakers
Next articleJurgen Klopp Siap Jadi Pelatih Jerman Usai Kegagalan di Piala Dunia 2026