Sumbawanews.com,- Laga pembuka fase grup terakhir Piala Dunia 2026 menyajikan dua pertandingan penuh drama di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat, pada Minggu, 28 Juni 2026. Timnas Argentina meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania, sekaligus menyapu bersih tiga laga di Grup J dengan catatan sempurna. Sementara itu, laga antara Austria dan Aljazair berakhir dengan skor 3-3 yang memicu kegembiraan sekaligus kekecewaan di kedua sisi.
Argentina yang tampil sebagai tim dominan sejak menit awal membuka skor lewat Giovanni Lo Celso pada menit ke-19. Dua belas menit berselang, Lautaro Martínez memperdalam keunggulan Argentina dengan tembakan tajam dari dalam kotak penalti. Yordania sempat menampilkan perlawanan di babak kedua, dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Moussa Al-Tamari pada menit ke-55. Namun, Lionel Messi menutup malam itu dengan gol indah di menit ke-80, memastikan kemenangan telak sekaligus mengukuhkan Argentina sebagai juara Grup J dengan sembilan poin penuh.
Di laga paralel, Austria dan Aljazair saling bersaing dalam aksi ofensif yang tak kenal kompromi. Austria unggul 2-0 lewat gol Marko Arnautović (28′) dan Marcel Sabitzer (55′). Namun, Aljazair bangkit dengan semangat juang luar biasa. Belghali menyamakan kedudukan pada menit ke-62, diikuti oleh Riyadh Mahrez yang membalikkan keadaan menjadi 3-2 untuk Aljazair pada menit ke-90+3. Tapi, dalam detik-detik terakhir, Sasa Kaladzic menyelamatkan Austria dengan gol penyama kedudukan di menit ke-90+6’, menciptakan skor akhir 3-3 yang mengejutkan.
Kemenangan ini membuat Austria finis sebagai runner-up Grup J dengan empat poin, sementara Aljazair yang juga mengumpulkan empat poin, lolos ke babak 32 besar melalui sistem peringkat ketiga terbaik. Hasil ini menggagalkan peluang Iran yang gagal meraih poin cukup untuk menyusul. Dengan demikian, Grup J menyisakan Argentina dan Austria sebagai tim yang melaju ke babak gugur, sambil meninggalkan Yordania di dasar klasemen tanpa satu poin pun.
Kemenangan Argentina bukan hanya soal angka, tapi juga simbol kekuatan tim yang kembali menunjukkan kematangan dan kepiawaian di panggung dunia. Sementara itu, pertandingan Austria vs Aljazair menjadi bukti bahwa Piala Dunia 2026 tak hanya milik raksasa — tapi juga tempat lahirnya keajaiban yang tak terduga.















