Mons, sumbawanews.com – Misi NATO di Irak telah menyesuaikan posisinya, dengan memindahkan seluruh personelnya dari Timur Tengah ke Eropa dengan aman.
Baca Juga: Trump: Tanpa AS, NATO Hanya Macan Kertas
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Republik Irak dan semua Sekutu yang membantu relokasi personel NATO dari Irak dengan aman,” kata Jenderal Alexus Grynkewich, Panglima Tertinggi Sekutu Eropa.
Dikatakan, personel terakhir Misi NATO di Irak meninggalkan negara itu pada tanggal 20 Maret. Misi NATO di Irak akan berlanjut dari Komando Pasukan Gabungan Napoli.
Dijelaskan, NMI adalah misi penasihatan dan pembangunan kemampuan non-tempur untuk membantu Irak dalam membangun lembaga dan pasukan keamanan yang lebih berkelanjutan, transparan, inklusif, dan efektif, sehingga mereka sendiri mampu menstabilkan negara mereka, memerangi terorisme, dan mencegah kembalinya ISIS/Daesh. (Using)

















