Sumbawanews.com,- Polisi telah menangkap tersangka dalam kasus tewasnya warga negara Korea Selatan secara keji di rumahnya, kawasan Tambun, Kabupaten Bekasi. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah, dengan sejumlah luka trauma yang diduga akibat serangan benda tajam maupun tumpul.
Kejadian berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Korban, yang berada sendirian di rumah, ditemukan meninggal oleh putrinya yang pulang dari sekolah. Saat itu, tubuh korban terlihat penuh luka dan tak bernyawa. Polisi segera mengerahkan tim forensik dan mengamankan lokasi kejadian.
Kapolsek Tambun, Kompol Wuryanti, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan awal menunjukkan adanya tanda kekerasan yang signifikan pada tubuh korban. “Bekas luka sangat jelas, tapi jenis senjata dan motif masih dalam penyelidikan,” ujarnya. Otopsi tengah dilakukan untuk menentukan penyebab pasti kematian, termasuk apakah korban mengalami penyiksaan sebelum tewas.
Tersangka, yang belum diidentifikasi secara publik, telah diamankan oleh tim reserse. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan penangkapan tersebut. “Terduga pelaku sudah dalam pemeriksaan intensif. Kami belum bisa merinci identitasnya karena proses hukum masih berjalan,” katanya.
Karena korban merupakan warga negara asing, pihak kepolisian berkoordinasi erat dengan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta. Dukungan diplomatik diberikan untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan sesuai protokol internasional.
Laporan awal menyebut korban tinggal di Bekasi selama beberapa tahun, bekerja di sektor teknologi. Tidak ada indikasi permasalahan keuangan atau konflik sosial yang mencolok sebelum kejadian. Namun, penyidik tengah menggali riwayat hubungan pribadi korban, termasuk dengan orang-orang terdekat di lingkungan rumahnya.
Masyarakat sekitar mengaku terkejut dengan kejadian ini. “Dia orangnya tenang, jarang bicara, tapi selalu ramah. Tidak pernah ada konflik,” kata salah seorang tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Polisi masih menunggu hasil otopsi dan rekaman kamera pengawas sekitar rumah untuk memperkuat dugaan awal bahwa ini adalah kasus pembunuhan. Jika terbukti, ini akan menjadi salah satu kasus kekerasan paling mengerikan terhadap warga asing di wilayah Jabodetabek dalam beberapa tahun terakhir.
Penyidik menegaskan, mereka tidak akan mengabaikan setiap petunjuk, sekecil apa pun. “Kami akan telusuri sampai ke akar-akarnya. Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga soal keadilan bagi keluarga yang kehilangan,” tegas Budi Hermanto.
Keluarga korban dari Korea Selatan telah diberitahu dan sedang dalam perjalanan menuju Indonesia untuk mengidentifikasi jenazah dan mendampingi proses hukum.















