Sumbawanews.com,- Penggarapan film komedi terbaru *Warkop DKI: Viralin Dong!* menghadirkan terobosan tak terduga: tiga penulis skenario asal Thailand—Banjong Pisanthanakun, Chantavit Dhanasevi, dan Thamsatid Charoenrittichai—berkolaborasi erat dengan tim penulis Indonesia untuk menyusun naskah yang menghormati akar budaya lawakan legendaris itu.
Produser Falcon Pictures, Frederica, menjelaskan bahwa upaya membangkitkan kembali semangat Warkop DKI bukan sekadar mengulang formula lama. “Kami sudah berganti-ganti penulis Indonesia, tapi rasanya belum menemukan kekuatan yang pas. Hingga akhirnya kami bertemu Banjong dan timnya,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Kolaborasi ini berawal dari pertemuan dua tahun lalu, yang kemudian berkembang menjadi eksplorasi budaya mendalam. Tim Thailand melakukan riset intensif tentang gaya humor, dinamika persahabatan, hingga konteks sosial di Indonesia—semua untuk memastikan bahwa setiap lelucon, gestur, dan dialog tetap otentik.
“Kami pernah menonton film-film Warkop sejak dulu. Tapi menulis untuk budaya yang bukan milik kita? Itu tantangan besar,” kata Banjong. “Kami tidak ingin hanya meniru. Kami ingin memahami—mengapa orang tertawa, mengapa mereka merindukan ini.”
Di sisi lain, penulis Indonesia seperti Theo, Dany, Darly, dan Herwin turut menyumbangkan kepekaan lokal, sementara Indro Warkop—satu-satunya anggota asli yang masih aktif—menjadi “jembatan budaya” dengan membagikan kenangan tentang cara Dono, Kasino, dan dirinya berinteraksi: candaan yang tajam tapi penuh kehangatan, kritik sosial yang disamarkan dalam lelucon, dan ikatan persahabatan yang tak tergantikan.
“Indro memberi kami gambaran tentang *feel*-nya Warkop. Bukan hanya kata-katanya, tapi jeda, ekspresi, bahkan cara mereka menatap satu sama lain saat menunggu tawa penonton,” tambah Frederica.
Sutradara Herwin Novianto menekankan bahwa film ini dirancang bukan hanya untuk nostalgia, tapi juga untuk menyambungkan generasi. “Penonton lama akan menemukan kenangan. Yang baru akan menemukan alasan mengapa Warkop tetap hidup di hati orang Indonesia,” ujarnya.
Dibintangi Desta Mahendra, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro sebagai penerus legenda, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 11 Juni 2026. Bagi Indro, keberhasilan proyek ini bukan pada box office, tapi pada keberlanjutan semangat.
“Warkop bukan cuma tiga orang. Warkop adalah cara kita tertawa bersama, meski dunia berubah. Melihat Desta, Vino, dan Tora di panggung, saya seperti melihat mereka—Dono, Kasino, dan saya—hidup lagi,” katanya, mata berkaca-kaca.
Dengan lapisan kreatif lintas budaya dan akar yang tak tergoyahkan, *Warkop DKI: Viralin Dong!* bukan sekadar film komedi. Ia adalah perayaan—bahwa humor sejati tak mengenal batas, dan kehangatan persahabatan bisa menyatukan dunia, bahkan di antara dua negara yang berbeda bahasa, tapi sama-sama punya hati yang bisa tertawa.

















