Sumbawanews.com,- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti kunjungan kerja ke lima provinsi di Indonesia timur, guna meninjau langsung pelaksanaan program prioritas pemerintah. Kunjungan ini bertujuan memastikan kebijakan nasional berjalan optimal sekaligus memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Kelima mahasiswa yang terpilih berasal dari Universitas Pelita Harapan, Universitas Sanata Dharma, Universitas Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman, dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Mereka dipilih setelah sebelumnya aktif menyampaikan aspirasi secara konstruktif kepada Wapres di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada 15 Juni lalu.
Dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Gibran berangkat pada Kamis, 18 Juni 2026, menuju Nusa Tenggara Timur. Di Kabupaten Ende, ia meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu pilar penanganan stunting, sekaligus berdialog dengan komunitas lokal terkait pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Gorontalo untuk menghadiri sekaligus membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026. Di sana, Wapres juga meninjau Bendungan Bulango Ulu—infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan dan irigasi pertanian di wilayah tersebut.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Papua Barat, di mana Gibran meninjau Sentra Produksi Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan, sekaligus membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV di Manokwari. Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya dan peran komunitas gereja dalam membangun kohesi sosial.
Di hari terakhir, Wapres tiba di Papua Selatan, tepatnya di Kabupaten Asmat. Di sana, ia meninjau sejumlah fasilitas publik krusial: Asmat Museum of Culture and Progress yang menjadi pusat pelestarian budaya lokal, Sekolah Lapang Sagu sebagai inovasi pangan berkelanjutan, RSUD Agats yang menjadi pusat layanan kesehatan utama di wilayah pedalaman, serta Gereja Katedral Salib Suci sebagai simbol spiritual masyarakat setempat.
Turut mendampingi Wapres dalam perjalanan ini, Plt Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar dan Staf Khusus Nicolaus T.B. Harjanto. Kunjungan ini tidak hanya menjadi bentuk akuntabilitas publik, tetapi juga upaya nyata membangun kepercayaan melalui keterlibatan generasi muda dalam proses pembangunan.
Gibran menegaskan, kehadiran mahasiswa dalam setiap tahap kunjungan bukan sekadar simbolis. “Mereka adalah mata dan telinga kita di lapangan. Pengalaman langsung mereka akan menjadi masukan berharga untuk penyempurnaan kebijakan,” ujarnya sebelum kembali ke Jakarta.
Kunjungan ini menandai salah satu inisiatif terbaru pemerintah dalam mendorong partisipasi aktif generasi muda, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan dan terpencil.















