Sumbawanews.com,- Badan Gizi Nasional (BGN) sedang mengkaji usulan untuk membatasi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya pada siswa dari kelompok desil bawah, seiring instruksi Presiden Prabowo Subianto agar program ini dievaluasi. Wakil Kepala BGN Mayor Jenderal (Purn) Trenggono mengatakan, kajian ini masih berlangsung dan pihaknya diberi waktu satu bulan untuk menyelesaikannya. Belum ada kepastian mengenai jumlah penerima baru maupun data acuan yang akan digunakan.
Dalam kesempatan terpisah, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menambahkan, selain memprioritaskan desil bawah, pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian distribusi MBG ke daerah tertinggal dengan prevalensi stunting tinggi. Ia menekankan bahwa program ini perlu diefisiensikan dengan menghentikan pemberian kepada yang tidak lagi membutuhkan, sementara yang benar-benar membutuhkan tetap mendapat prioritas. Arumsari juga mengungkapkan adanya potensi perbedaan anggaran per porsi antara Pulau Jawa dan Indonesia bagian timur, termasuk pertanyaan apakah anggaran Rp15.000 per porsi di Jawa tetap berlaku di wilayah lain.
Program MBG kini menjadi fokus pengawasan Kejaksaan Agung menyusut dugaan korupsi dalam tata kelolanya, dengan sejumlah mantan pejabat BGN dan pihak terkait telah ditetapkan sebagai tersangka.















