Sumbawanews.com,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil membersihkan tumpukan sampah seberat 54 ton di depan Rusun Albo, Jalan Swadaya, Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur, setelah insiden itu viral di media sosial. Penanganan darurat dilakukan selama dua hari, dari 30 Juni hingga 1 Juli 2026, dengan mengerahkan 22 truk kecil berkapasitas lima ton dan empat truk besar berkapasitas 10 ton, serta peralatan berat seperti ekskavator mini dan shovel loader.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, akar masalah bukan hanya pada kelalaian warga, tetapi juga karena berkurangnya kapasitas tampung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. “Ini menjadi catatan penting bahwa persoalan sampah di Jakarta masih kompleks,” ujarnya usai meninjau lokasi pembersihan di Grogol, Jakarta Barat, pada Kamis, 2 Juli 2026.
Pramono menekankan, penanganan sampah tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Ia menyerukan peran aktif masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mendukung program pemilahan dari sumber. “Kami terbuka terhadap laporan dari warga, dan alhamdulillah respons cepat bisa menyelesaikan masalah ini,” katanya.
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Cakung, Encep Suryana, menjelaskan bahwa seluruh sampah diangkut ke TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat. Proses pembersihan juga melibatkan truk road sweeper untuk memastikan area tidak meninggalkan sisa atau bau.
Meski tumpukan sampah telah hilang dari pandangan, insiden ini menggarisbawahi urgensi pembenahan sistem pengelolaan sampah jangka panjang. Pemprov DKI kini mempercepat implementasi kebijakan pemilahan sampah di tingkat RT/RW, sekaligus mengevaluasi kapasitas dan distribusi angkutan sampah yang selama ini menjadi titik lemah.
Pramono menegaskan, pihaknya tidak akan segan menindak tegas warga yang terbukti membuang sampah ke sungai atau tempat umum. “Jakarta harus bersih, bukan hanya karena tuntutan media, tapi karena kewajiban kita bersama,” ujarnya.















