Sumbawanews.com,- Mekah – Tim Pengawas Haji DPR 2026 meminta petugas haji lebih cermat dalam menjalankan tugasnya agar kasus meninggalnya jemaah haji Muhammad Firdaus tidak terulang. Firdaus, jemaah haji berusia 72 tahun dari Kloter JKG-27, sebelumnya dilaporkan hilang dan ditemukan meninggal di Arab Saudi.
Marwan Dasopang, anggota Timwas Haji DPR 2026, menyatakan keprihatinannya atas kasus tersebut. Ia menilai ada unsur pengabaian dalam penanganan kasus Firdaus. “Kita prihatin dan miris, ada jemaah yang hilang, begitu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal. Ini tidak boleh terjadi,” kata Marwan di Mekkah, Sabtu (23/5) malam.
Marwan meminta petugas haji lebih cermat dalam memilah jemaah yang bisa menjalankan ibadah secara mandiri dan yang perlu didampingi. “Jangan sampai lansia dibiarkan bergerak sendiri. Ini harus hati-hati, terutama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya.
Firdaus ditemukan meninggal di wilayah perbukitan Jabal Kudai, sekitar 2,5 km dari pemondokannya di Misfalah. Kasus ini menjadi perhatian serius untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
















