Sumbawanews.com,- Kementerian Sosial memastikan seluruh Sekolah Rakyat di 93 lokasi siap menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak pada 14 Juli 2026. Dalam rapat koordinasi dipimpin Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta pada Kamis (25/6), lima pilar utama persiapan dibahas tuntas: infrastruktur, kesiapan tenaga pendidik, mekanisme penerimaan siswa, anggaran, dan pelaksanaan MPLS yang humanis.
Gus Ipul menekankan, tidak ada toleransi terhadap keterlambatan. “Semua kebutuhan harus dipetakan sejak sekarang—dari pembangunan gedung hingga perlengkapan sekolah yang belum terpenuhi. Jangan sampai ada hal yang baru terungkap di menit-menit terakhir,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar proses transisi dari gedung rintisan ke gedung permanen dilakukan tanpa pemborosan anggaran. “Jangan sampai membangun yang tidak perlu hanya untuk menyerap dana,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico melaporkan, pembangunan gedung permanen masih berlangsung di semua titik, dengan progres tercepat tercatat di Medan, Surabaya, Gresik, Sampang, dan Bengkulu. Meski belum ada yang selesai 100%, kemajuan di lima lokasi ini menjadi acuan bagi wilayah lain.
Untuk memastikan keadilan, proses seleksi siswa akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan pemerintah daerah. Data calon peserta diverifikasi berdasarkan tingkat kerentanan sosial-ekonomi, sehingga hanya anak-anak dari keluarga paling membutuhkan yang diterima. “Minat masyarakat sangat tinggi. Ini sinyal kuat bahwa kebutuhan akan pendidikan inklusif masih sangat besar,” kata Gus Ipul.
Di sisi sumber daya manusia, Kemensos mempercepat rekrutmen guru, wali asuh, dan tenaga kependidikan. Penempatan seluruh personel ditargetkan rampung sebelum MPLS dimulai. Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengungkapkan dukungan khusus dari Presiden terhadap pembentukan karakter siswa. Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertahanan akan menugaskan 1.000 taruna dari TNI AD ke seluruh Sekolah Rakyat. Setiap sekolah akan ditempati lima taruna yang bertugas selama satu minggu, mulai awal Agustus 2026, untuk membina kedisiplinan, kerapian, dan semangat kebangsaan.
Gus Ipul menegaskan, MPLS tidak boleh berubah menjadi ajang kekerasan atau tekanan psikologis. “Tujuannya adalah membangun rasa aman dan semangat belajar. Banyak siswa datang dengan latar belakang traumatis. Pendekatan kita harus humanis, penuh empati, dan menyenangkan,” ujarnya.
Dengan semua persiapan ini, Kemensos optimis Sekolah Rakyat akan menjadi pintu masuk yang layak, aman, dan bermartabat bagi ribuan anak dari keluarga rentan. Evaluasi terhadap minat pendaftar tahun ini akan menjadi dasar perluasan program di tahun-tahun mendatang, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia—tak terkecuali yang paling terpinggirkan—memperoleh akses pendidikan berkualitas.















