Sumbawanews.com,- Sebuah mobil sedan BMW warna hitam menjadi sasaran amukan massa di Jalan S. Parman, Jakarta Barat, setelah diduga menabrak seorang pejalan kaki dan melarikan diri. Kejadian yang berlangsung pada Senin sore itu memicu kemarahan warga sekitar yang menyaksikan insiden tersebut secara langsung.
Menurut keterangan saksi mata, mobil tersebut melaju kencang dan menabrak seorang pria berusia 57 tahun yang sedang menyeberang di zebra cross. Korban terpental beberapa meter dan langsung dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kritis. Namun, pengemudi mobil tidak berhenti—malah mempercepat laju kendaraannya dan mencoba kabur.
Warga yang marah langsung mengejar mobil hingga terjebak di persimpangan dekat sebuah minimarket. Beberapa orang berhasil membuka pintu mobil dan menarik pengemudi keluar. Pengemudi, seorang pria berusia 32 tahun yang diduga masih dalam pengaruh alkohol, langsung dikeroyok hingga mengalami luka-luka ringan. Kepala dan wajahnya memar, sementara kaca depan mobil pecah akibat serangan benda tumpul.
Polisi yang datang sekitar 15 menit kemudian berhasil membawa pengemudi ke kantor polisi terdekat. Mobil BMW yang rusak parah masih diamankan di lokasi sebagai barang bukti. Hasil tes napas awal menunjukkan kadar alkohol di atas ambang batas legal.
Korban tabrak lari, yang identitasnya belum dirilis, kini dalam perawatan intensif di RSUD Tarakan. Dokter menyebut korban mengalami patah tulang selangka, cedera kepala, dan perdarahan internal. Keluarga korban meminta keadilan dan menolak rekonsiliasi.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Dwi Satrio, mengatakan pihaknya sedang mengusut apakah pengemudi memiliki riwayat pelanggaran serupa. “Kami periksa kamera pengawas, rekaman CCTV, dan saksi-saksi. Ini bukan sekadar kecelakaan, tapi dugaan tindak pidana dengan unsur kesengajaan dan kelalaian berat,” ujarnya.
Insiden ini memicu debat publik tentang keamanan jalan raya dan kekerasan massa. Sejumlah aktivis hak asasi manusia meminta agar penegakan hukum tidak tergantung pada amukan massa, sementara sebagian warga justru memuji aksi mereka sebagai bentuk keadilan spontan.
Pemerintah kota Jakarta berjanji akan memperketat pengawasan di titik-titik rawan pejalan kaki dan meninjau ulang desain zebra cross yang dinilai kurang efektif. Sementara itu, pengemudi BMW kini ditahan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.















