Sumbawanews.com,- Lima nyawa melayang dalam sekejap ketika ledakan dahsyat menghancurkan sebuah rumah di kompleks perumahan nelayan, Biak, Papua, Senin (1/6). Ledakan yang diduga berasal dari mortir peninggalan Perang Dunia II itu menggulung rumah tersebut, menewaskan seluruh penghuninya — satu keluarga utuh, termasuk dua anak kecil yang masih berusia belia.
Di sekitar lokasi kejadian, 19 orang lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan kaca dan reruntuhan bangunan. Sementara itu, 55 warga sekitar, di antaranya tiga balita, terpaksa dievakuasi ke tempat penampungan sementara demi keselamatan mereka, mengingat potensi bahaya bahan peledak lain yang masih tersisa di tanah.
Tim gabungan kepolisian dan dinas terkait kini tengah memeriksa sisa-sisa bahan peledak dan memetakan area sekitar untuk memastikan tidak ada lagi senjata perang yang terpendam. Meski belum ada konfirmasi resmi, dugaan sementara mengarah pada mortir yang terkubur puluhan tahun lalu, kemungkinan tergoyang oleh aktivitas konstruksi atau cuaca ekstrem.
Biak, yang pernah menjadi medan pertempuran sengit di masa Perang Dunia II, kembali menjadi saksi duka — kali ini, bukan dari tembakan senjata, tapi dari kekejaman sejarah yang tak kunjung usai.















