Sumbawanews.com,- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa nama Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sedang dalam pertimbangan untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih. “Sedang kita diskusikan,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026), menanggapi spekulasi luas di kalangan politik dan serikat buruh.
Meski belum mengumumkan jabatan pasti, Prasetyo memberi petunjuk jelas bahwa posisi yang akan diisi Said Iqbal kemungkinan erat terkait dengan latar belakang perjuangannya selama ini di bidang ketenagakerjaan. “Kemungkinan berkaitan dengan perjuangan beliau selama ini, dengan buruh, tenaga kerja,” katanya, mengisyaratkan kemungkinan penugasan di kementerian yang menangani urusan buruh, tenaga kerja, atau sosial.
Pernyataan ini muncul di tengah gelombang reshuffle kabinet yang sedang berlangsung. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melantik Jumhur Hidayat, Ketua Umum KSPSI, sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada 27 April lalu—sebuah langkah yang dianggap sebagai sinyal kuat pemerintah untuk melibatkan tokoh serikat buruh dalam struktur kekuasaan.
Selain Said Iqbal, sejumlah penunjukan lain juga tengah dipersiapkan. Prasetyo mengungkapkan bahwa Nanik S. Deyang akan dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), bersama Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN, pada Senin, 8 Juni mendatang. Penunjukan ini, menurutnya, bagian dari upaya memperkuat tata kelola gizi nasional pasca pencopotan Dadan sebagai pejabat sebelumnya.
“Kita ingin fokus pada perbaikan sistem di BGN di hari-hari awal, sebelum melangkah ke penunjukan lain,” jelas Prasetyo, menegaskan bahwa proses reshuffle dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan strategis, bukan sekadar politik.
Said Iqbal, yang dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan hak-hak pekerja dan menjadi penggagas UU Ketenagakerjaan yang lebih pro-rakyat, dianggap sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan buruh dengan kebijakan pemerintah. Kehadirannya di kabinet diprediksi akan memperkuat legitimasi pemerintah di mata serikat pekerja, sekaligus menunjukkan komitmen Prabowo terhadap inklusivitas politik.
Dengan demikian, meski belum final, kemungkinan Said Iqbal bergabung dalam jajaran menteri bukan lagi sekadar isu—melainkan sebuah kemungkinan nyata yang tengah dipersiapkan dengan matang.

















