Sumbawanews.com,- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program revitalisasi besar-besaran di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, dengan mengalokasikan anggaran Rp14,23 miliar untuk memperbaiki 18 satuan pendidikan. Program ini menjangkau satu PAUD, tujuh SD, empat SMP, empat SMA, satu SMK, dan satu Sanggar Kegiatan Belajar/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (SKB/PKBM), demi menciptakan lingkungan belajar yang layak, sehat, dan mendukung tumbuh kembang siswa.
Sebelumnya, banyak sekolah di Nias mengalami krisis infrastruktur: kelas bocor saat hujan, toilet tak memadai, hingga tidak adanya Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Kini, semuanya berubah. Di SD Negeri 076698 Hilizarito, misalnya, jumlah bilik toilet meningkat dari dua menjadi enam, dan UKS yang sebelumnya tak ada kini sudah lengkap dengan perabot dan peralatan dasar. “Anak-anak jadi lebih sehat, guru pun lebih nyaman mengajar,” ujar Kepala Sekolah Ogamuli Geyam.
Di SMA Swasta Pembda 1 Gunungsitoli, guru Ester Zunia menggambarkan perubahan yang menyentuh hati. “Dulu, saat hujan deras, air masuk ke kelas. Anak-anak kepanasan, tak fokus belajar. Sekarang, dinding sudah diperbaiki, atap tidak bocor, dan ruang kelas jadi sejuk. Semangat belajar mereka naik drastis.”
Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh program ini. “Ini bukan sekadar perbaikan gedung, tapi investasi masa depan. Pendidikan yang layak adalah hak setiap anak di Nias, dan pemerintah pusat telah membuktikan keseriusannya.”
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam pernyataan tertulisnya, menekankan bahwa revitalisasi ini bagian dari strategi nasional untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan di daerah terpencil. “Kami tidak hanya membangun ruang kelas, tapi membangun harapan. Setiap jenjang pendidikan yang diperbaiki adalah langkah menuju Indonesia yang lebih adil.”
Program ini tidak hanya mengubah fisik sekolah, tapi juga mengubah mentalitas. Murid-murid kini belajar di ruang yang aman, bersih, dan nyaman—tanpa lagi harus menghadapi hujan di dalam kelas atau berjalan jauh mencari toilet. Di Nias, pendidikan bukan lagi mimpi yang sulit dijangkau, tapi kenyataan yang perlahan merajut harapan.















