Sumbawanews.com,- Kementerian Perdagangan mengumumkan kesepakatan ekspor perdana produk herbal Indonesia senilai Rp2,5 miliar ke Arab Saudi, menandai terobosan signifikan dalam penetrasi pasar Timur Tengah. Kesepakatan ini ditandatangani antara PT Dami Sariwana, perusahaan asal Indonesia, dengan mitra lokal Al Itholah Trading, dalam acara resmi di Gedung Pelayanan Terpadu Konsulat Jenderal RI di Jeddah pada Senin, 15 Juni 2026.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyebut kesepakatan ini sebagai buah sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan perwakilan dagang RI di luar negeri. “Ini bukan sekadar transaksi, tapi pintu gerbang bagi produk herbal Indonesia untuk lebih dikenal di kawasan yang semakin peduli pada kesehatan alami,” ujarnya.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, menambahkan bahwa tren gaya hidup sehat yang kian marak di Arab Saudi menjadi angin segar bagi ekspor produk herbal. Untuk memastikan keberlanjutan, ITPC Jeddah telah melakukan verifikasi ketat terhadap kredibilitas mitra importir sebelum penandatanganan, guna melindungi eksportir lokal dari risiko bisnis.
Tiga produk unggulan yang akan dikirimkan pertama kali adalah suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, dan produk pelangsing tubuh. Pengiriman perdana berupa satu kontainer dijadwalkan berangkat pada Juli 2026, setelah memenuhi semua persyaratan regulasi dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA).
Kesepakatan ini sejalan dengan tren positif perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Arab Saudi. Pada Januari–April 2026, total perdagangan kedua negara mencapai USD1,02 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD675,8 juta dan impor sebesar USD345,9 juta. Secara keseluruhan pada 2025, surplus nonmigas Indonesia terhadap Arab Saudi mencapai USD1,82 miliar, menunjukkan dominasi produk Indonesia di pasar tersebut.
Dengan keberhasilan ini, pemerintah berharap produk herbal Indonesia tidak hanya menjadi pilihan konsumen di Timur Tengah, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya dan kearifan lokal yang bernilai ekonomi tinggi.

















