Home Berita Nasional Prabowo Tiga Kali Kunjungi Prancis, Kukuhkan Kemitraan Strategis

Prabowo Tiga Kali Kunjungi Prancis, Kukuhkan Kemitraan Strategis

Sumbawanews.com,- Paris – Presiden Prabowo Subianto kembali menginjakkan kaki di Prancis, menjadi kunjungan ketiganya ke negara itu dalam waktu kurang dari enam bulan. Dalam pertemuan puncak dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia-Prancis kini berada pada titik terbaik dalam sejarah bilateralnya.

“Saya sangat menghargai penerimaan hangat dan penghormatan yang diberikan kepada saya dan delegasi Indonesia,” ujar Prabowo usai pembicaraan tertutup yang berlangsung selama dua jam. “Tahun ini saja, saya sudah tiga kali datang ke Prancis—ini bukan kebetulan, tapi bukti komitmen bersama.”

Kunjungan terbaru ini menyusul dua lawatan sebelumnya: pada 23 Januari 2026, setelah menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, dan pada 14 April 2026, menyusul pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin di Moskwa. Dalam setiap kesempatan, Prabowo menekankan pentingnya memperdalam kerja sama di bidang pertahanan, sains-teknologi, dan pendidikan.

Salah satu poin yang paling disorotnya adalah kehormatan besar yang diterima Indonesia pada 14 Juli 2025 lalu, ketika negara ini menjadi satu-satunya negara Asia yang diundang berpartisipasi dalam defile militer peringatan Hari Nasional Prancis (Bastille Day). “Mungkin kita adalah negara Asia pertama yang berjalan di jalur Champs-Élysées bersama pasukan Eropa,” ujar Prabowo dengan nada bangga. “Ini adalah simbol bahwa Indonesia tidak lagi hanya dilihat sebagai negara berkembang, tapi mitra strategis yang dihormati.”

Prabowo juga memuji kepemimpinan global Macron, yang dinilainya konsisten menegakkan prinsip kedaulatan, multilateralisme, dan keberanian politik. “Presiden Macron berani mengambil sikap yang tegas, bahkan ketika itu tidak populer. Di banyak hal, Indonesia dan Prancis berpikir serupa—tentang kemerdekaan, keadilan, dan ketahanan global.”

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengumumkan kebijakan baru yang mengejutkan: seluruh jenjang pendidikan di Indonesia, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, akan mulai mengajarkan bahasa Prancis. “Kita harus mempersiapkan generasi muda kita untuk dunia yang semakin terhubung. Bahasa adalah jembatan—dan Prancis adalah salah satu jembatan terkuat ke masa depan,” tegasnya.

Kedua pemimpin juga membahas isu-isu global, termasuk stabilitas Timur Tengah dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Keduanya sepakat bahwa solusi damai harus berbasis hukum internasional dan hak asasi manusia.

Dengan tiga kunjungan dalam waktu singkat, Prabowo menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia kini tidak lagi bersifat reaktif, tapi proaktif dan berorientasi pada pembangunan kemitraan jangka panjang. Prancis, yang sebelumnya lebih fokus pada Eropa dan Afrika, kini tampak semakin serius melihat Asia Tenggara—terutama Indonesia—sebagai mitra kunci dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Tak hanya soal politik, kunjungan ini juga diwarnai simbol-simbol budaya: jamuan makan malam resmi di Istana Élysée, pemberian penghargaan kehormatan kepada sejumlah akademisi Indonesia, dan rencana kerja sama riset antara Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan Nasional Prancis (CNRS) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dengan langkah-langkah ini, Indonesia bukan sekadar menjalin hubungan—ia sedang membangun warisan diplomasi yang akan terasa selama generasi mendatang.

Previous articleIndonesia dan Prancis Jadi Tiang Stabilitas Dunia
Next articleGelombang Kekerasan Terhadap Pekerja Asing Meningkat di Afrika Selatan
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik