Home Berita Nasional Prabowo Dijuluki Pemimpin Reformasi Jilid II

Prabowo Dijuluki Pemimpin Reformasi Jilid II

Sumbawanews.com,- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyatakan Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang sedang menjalankan reformasi jilid dua, dengan menargetkan struktur ekonomi yang selama ini menguntungkan segelintir elite. Dalam keterangan tertulis pada Ahad, 14 Juni 2026, Qodari menilai kebijakan pemerintah saat ini—mulai dari penegakan hukum terhadap tokoh bisnis yang selama ini dianggap “untouchable” hingga pemberantasan kebun sawit ilegal—menunjukkan keberanian langkah yang belum pernah terlihat sejak reformasi 1998.

Qodari mencontohkan kasus Mohammad Riza Chalid, pengusaha minyak yang selama puluhan tahun bebas dari proses hukum. Kini, ia dan anaknya tengah menjalani proses hukum berkat keputusan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo. “Ini bukan sekadar penegakan hukum, tapi perubahan paradigma: tidak ada lagi yang di atas hukum,” ujar Qodari.

Selain itu, ia menyoroti peran Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang telah menindak jutaan hektare lahan sawit ilegal. Menurutnya, reformasi tata kelola perkebunan ini merupakan terobosan tanpa preseden dalam sejarah Indonesia. “Siapa yang berani menyentuh kepentingan besar ini sebelumnya? Hanya Pak Prabowo yang melakukannya dengan tegas.”

Pernyataan Qodari muncul sebagai respons terhadap gelombang demonstrasi mahasiswa yang mengecam sejumlah program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, yang dinilai boros anggaran. Namun, ia menekankan bahwa kritik terhadap implementasi tidak boleh mengaburkan tujuan besar: membangun sistem ekonomi yang lebih adil dan berkeadilan.

“Reformasi bukan hanya soal jatuhnya rezim, tapi soal mengganti sistem yang korup dan timpang. Itulah yang sedang dilakukan Presiden Prabowo,” tegasnya.

Qodari menegaskan, meski ada ketidakpuasan terhadap detail kebijakan, arah besar pemerintahan saat ini jelas: mengembalikan kekuasaan ekonomi kepada rakyat, bukan hanya pada kelompok tertentu. Dengan kata lain, reformasi jilid dua bukan sekadar retorika—ia sedang berjalan, di tengah kontroversi, namun dengan komitmen yang tak tergoyahkan.

Previous articleIsrael Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Parkir Pesawat Tanker AS
Next articleApple TV 4K Bisa Tonton Empat Pertandingan Sekaligus
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.