Sumbawanews.com,- Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Persatuan Wartawan Indonesia Nusa Tenggara Barat tahun 2026 resmi dibuka di Mataram, Jumat, menandai dimulainya ajang kompetisi olahraga terbesar bagi insan pers di provinsi itu. Dengan melibatkan sekitar 300 atlet dan official dari seluruh kabupaten dan kota se-NTB, event ini menjadi pintu masuk bagi para wartawan berprestasi untuk bersaing di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung.
Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Porwada bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi sarana memperkuat solidaritas dan kesehatan fisik para jurnalis. “Kita ingin melahirkan atlet-atlet wartawan yang tangguh, bukan hanya di lapangan, tapi juga dalam menjalankan tugas jurnalistik yang penuh tekanan,” ujarnya. Ia menambahkan, keberhasilan Porwada ini akan menjadi cerminan seberapa kuat semangat pers NTB dalam membangun budaya sehat dan profesionalisme.
Ajang ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika NTB, Ahsanul Khalik, yang mewakili Gubernur NTB. Dalam orasinya, Ahsanul mengingatkan peran strategis pers dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Wartawan bukan hanya pemberi informasi, tapi penjaga demokrasi. Dan olahraga adalah cara terbaik untuk menjaga keseimbangan antara pikiran dan tubuh,” katanya. Ia menambahkan, Pemprov NTB mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari visi NTB Makmur Mendunia, di mana kesehatan dan kebersamaan insan pers menjadi fondasi penting.
Dukungan tak hanya datang dari pemerintah provinsi. Pemerintah Kota Mataram, melalui Asisten I Sekretariat Daerah Lalu Martawang, menyatakan kebanggaan atas dipilihnya ibu kota NTB sebagai tuan rumah. “Ini bukan hanya kompetisi olahraga, tapi ruang silaturahmi yang langka di era digital. Di sini, wartawan dari berbagai media—cetak, daring, televisi—duduk bersama, berlari bersama, dan menangis bersama,” ujarnya.
Universitas Mataram (Unram), sebagai tuan rumah fisik ajang ini, juga turut berperan aktif. Wakil Rektor II Unram, Prof. Akmaludin, menyambut hangat kedatangan ratusan jurnalis di Sport Center kampusnya. “Fasilitas olahraga kami siap mendukung seluruh cabang pertandingan. Kami percaya, kegiatan seperti ini akan meningkatkan rasa kekeluargaan di kalangan pers, yang sering kali terpecah oleh dinamika profesi,” ujarnya.
Pembukaan berlangsung meriah di Sport Center Unram, ditandai dengan upacara simbolis penyatuan mata air kehidupan Sasambo—Sasak, Samawa, dan Mbojo—yang melambangkan persatuan pers lintas etnis di NTB. Berbagai cabang olahraga, mulai dari atletik, bulu tangkis, voli, hingga catur, akan digelar selama beberapa hari ke depan, dengan medali dan tropi menjadi simbol prestasi, bukan semata kemenangan.
Dengan semangat “Sehat Jasmani, Tulus Jiwa”, Porwada PWI NTB 2026 bukan hanya menyiapkan atlet untuk Porwanas, tapi juga mengukuhkan kembali peran pers sebagai kekuatan sosial yang utuh, sehat, dan berdaya. Di tengah derasnya arus informasi, ajang ini menjadi bukti nyata bahwa wartawan Indonesia tetap berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan semangat olahraga yang sejati.















