Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Puluhan masa aksi mendatangi DPRD Sumbawa terkiat kelangkaan LPG 3 Kg di Kabupaten Sumbawa, Kamis (06/08). Dan meminta DPRD Sumbawa untuk memanggil seluruh pihak terkait guna melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sumbawa.
Orator aksi, A Rahim dan Abdul Haris menduga terdapat permainan okum agen LPG dan kenakalan pangkalan, termasuk SPBE, Pertaminan yang menyebabkan kelangkaan. Sehingga memicu tingginya harga LPG 3 Kg di masyarakat.
Baca Juga: Minta Satgas Irigasi Diaktifkan Kembali, Komisi II Akan Cek Lapangan Kondisi Lapangan Tanaman Petani Hilir Irigasi Bendungan Mamak
Dicontohkan, di Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas terdapat 4 agen, namun masih terjadi kelangkaan. Sehigga dapat dipahami, jika daerah lain yang tidak memiliki agen juga mengalami hal serupa.
“Kami memiliki 4 agen, tapi barangnya Langkah” bebernya.
Ia juga menduga, terdapat banyak pangkalan fiktif diberbagai daerah, termasuk di Desa Labuhan Badas yang diduga berjumlah hingga puluhan. Sehingga diduga terjadi pengalihan jatah dan kuota kepada pangkalan-pangkalan fiktif tersebut. Sehingga patut diduga, terdapat oknum agen dan pangkalan yang bekerjasama dengan mafia.
Ia meminta, pemerintah daerah dan DPRD sumbawa bersama rakyat untuk menindak praktek-praktek nakal ini. Yang menyebabkan harga di masyarakat dapat mencapai Rp50 ribu hingga Rp60 ribu.
“jangan sampai pemerintah kalah dengan mafia. Kami sudah lama dibohongi, dicurangi. Jangan sampai ada oknum pejabat yang bermain disini,” ujarnya. (Using)














