Home Berita Nasional Pemotor Sengaja Tabrak Fortuner, Lalu Teriak ‘Tabrak Lari’

Pemotor Sengaja Tabrak Fortuner, Lalu Teriak ‘Tabrak Lari’

Sumbawanews.com,- Jakarta — Sebuah insiden viral di Tanah Abang, Jakarta Pusat, berawal dari cekcok kecil di jalan yang berubah jadi kerusuhan massal, setelah seorang pengendara motor sengaja menabrakkan motornya ke mobil Fortuner, lalu berteriak “tabrak lari.” Polisi mengungkap, peristiwa itu bukan kecelakaan, tapi tindakan disengaja yang memicu amukan warga.

Kejadian bermula pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 16.30 WIB di Tebet, Jakarta Selatan. Pengemudi Fortuner, yang diketahui dalam kondisi emosi, membunyikan klakson berulang kali karena merasa dihalangi oleh seorang pengendara motor. Tak hanya itu, ia juga memepet dan memaki-maki pengendara tersebut.

Saat dua orang lainnya yang mengendarai sepeda motor mendekat untuk menegur sang pengemudi Fortuner, suasana memanas. Dalam keadaan emosi, pengendara motor yang awalnya jadi sasaran malah sengaja menabrakkan motornya ke sisi mobil Fortuner, lalu berteriak keras-keras: “Tabrak lari!”

Teriakan itu langsung menarik perhatian warga sekitar. Ribuan orang yang tengah beraktivitas di sekitar jalan pun berdatangan, mengira mobil itu benar-benar melarikan diri usai menabrak. Massa pun mengejar Fortuner hingga ke Tanah Abang, di mana mobil itu akhirnya dihentikan dan diserang. Kaca depan, samping, dan atap mobil hancur diterjang batu, tongkat, dan benda keras lainnya. Pengemudi Fortuner mengalami luka di kepala, namun tetap berusaha melarikan diri.

Setelah mobil terpaksa berhenti di lokasi kejadian, polisi datang dan mengamankan pengemudi Fortuner. Namun, saat ditanya, ia tidak kooperatif. Ia berbicara ngelantur, marah-marah tanpa jelas, dan menolak membuat laporan, menjalani visum, bahkan menolak pengobatan atas lukanya.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menegaskan bahwa pengendara motorlah yang memulai konflik dengan tindakan sengaja menabrak mobil. “Bukan Fortuner yang menabrak, tapi sepeda motor yang menabrakkan diri ke mobil, lalu berteriak tabrak lari untuk memancing reaksi massa,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Sementara itu, orang tua pengemudi Fortuner datang menjemputnya dari kantor polisi. Mobil yang rusak parah rencananya akan dibawa ke bengkel di Bekasi. Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki identitas pengendara motor yang menjadi pemicu kerusuhan, serta apakah ada unsur provokasi atau rekayasa dalam aksinya.

Insiden ini menjadi sorotan nasional, mengingat betapa cepatnya kekerasan massa bisa meledak akibat satu kalimat yang disengaja. Di tengah maraknya viralitas di media sosial, polisi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya pada narasi yang beredar, terutama ketika tidak ada bukti visual utuh.

“Jangan mudah terpancing emosi. Kadang, yang teriak ‘tabrak lari’ justru pelakunya,” tegas Dhimas.

Previous articleMUI Tegaskan Pentingnya Integritas di BGN Pasca Skandal Korupsi
Next articleSipil Bisa Pimpin Jabatan Strategis Polri? Kapolri Buka Ruang
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.