Sumbawanews.com,- Pemerintah mengecam keras penembakan terhadap pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, yang tewas ditembak milisi TPNPB-OPM di Lapangan Terbang Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis, 2 Juli 2026. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan, pemerintah tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan terhadap sipil, terlebih yang mengancam sarana transportasi udara vital bagi kelangsungan hidup masyarakat Papua.
Djamari menyatakan, insiden yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Elkius Kobak itu juga merusak pesawat perintis jenis Pilatus Porter PK-RCY Nomor Seri 923 milik PT Associated Mission Aviation (AMA). Pesawat tersebut baru mendarat sekitar 16 menit setelah lepas landas dari Bandara Wamena pukul 06.30 WIT, ketika tiba-tiba diserang secara membabi buta oleh milisi. Tujuh penumpang lainnya dinyatakan selamat.
Dalam keterangan tertulis, Djamari menekankan bahwa penerbangan perintis merupakan urat nadi pelayanan publik di daerah terpencil, sehingga serangan terhadapnya merupakan ancaman langsung terhadap kehidupan masyarakat. Kemenkopolkam, kata dia, terus berkoordinasi dengan TNI-Polri dan instansi terkait untuk memastikan proses penyelidikan berjalan lancar, sekaligus memperkuat pengamanan rute penerbangan di Papua.
Jenazah Goselin telah dievakuasi ke Rumah Sakit TNI Timika dan akan diserahkan kepada pihak AMA untuk diterbangkan ke Jakarta. Pernyataan tanggung jawab atas insiden ini diklaim oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang menyebut tindakan itu sebagai “ultimatum” agar maskapai Indonesia tidak lagi menerbangi wilayah Papua.
TNI dan pihak berwenang lainnya masih mengumpulkan bukti dan memperdalam analisis terhadap motif serta jaringan di balik serangan tersebut.















