Sumbawanews.com,- Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerbitkan surat edaran yang mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk aktif memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Imbauan ini tidak sekadar menyambut antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga dimaksudkan sebagai strategi penguatan ekonomi lokal melalui partisipasi UMKM, pelaku usaha, dan komunitas kreatif.
Dalam rapat koordinasi di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Tito menekankan bahwa nobar bukan hanya sarana hiburan, melainkan momentum untuk membangun kebersamaan sosial sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. “Kita dorong agar setiap kabupaten dan kota menyediakan ruang publik yang aman, terjangkau, dan inklusif untuk menyaksikan pertandingan bersama,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Surat edaran tersebut menekankan prinsip kemandirian daerah—pemda diberi keleluasaan menyesuaikan skema nobar sesuai kapasitas anggaran, infrastruktur, dan kondisi sosial setempat. Mulai dari pemasangan layar raksasa di alun-alun, penyediaan transportasi gratis ke lokasi nobar, hingga kolaborasi dengan pelaku usaha lokal untuk menawarkan paket kuliner dan merchandise khas daerah.
Tito juga mengingatkan agar kegiatan ini tetap berjalan tertib, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban umum. “Jangan sampai antusiasme berubah menjadi kerumunan berisiko. Kita ingin semangat kebersamaan, bukan kekacauan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mendagri bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menandatangani Surat Edaran Bersama terkait dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Tito menegaskan bahwa data ekonomi yang akurat menjadi fondasi kebijakan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah, sekaligus menjadi alat ukur efektivitas program seperti nobar yang berdampak ekonomi.
Di sisi lain, Tito meminta pemerintah daerah tetap waspada terhadap fluktuasi harga komoditas strategis, khususnya minyak goreng yang sempat mengalami kenaikan di sejumlah wilayah. Ia mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian dan Perum Bulog dalam menjaga stabilitas harga beras, yang hingga Mei 2026 masih berkontribusi rendah terhadap inflasi nasional sebesar 3,08 persen (year on year).
Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, diprediksi menjadi ajang paling ditunggu dalam sejarah sepak bola modern—dengan partisipasi 48 tim dan jutaan penonton global. Di Indonesia, antusiasme masyarakat terhadap timnas dan pertandingan besar telah terlihat sejak awal kualifikasi, dan pemerintah berupaya memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.



















