Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan, Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan jangkar moral yang menopang persatuan bangsa sekaligus menjadi fondasi perdamaian global. Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Wiyagus membacakan pidato tertulis Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang menekankan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila telah terbukti mampu menyatukan keberagaman yang begitu kompleks—lebih dari 17.000 pulau, ratusan etnis, dan ribuan bahasa—dalam satu ikatan kebangsaan yang tak tergoyahkan.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang tak pernah padam,” ujar Wiyagus. “Ia bukan hanya jawaban atas tantangan internal, tapi juga respons terhadap ketidakstabilan global—mulai dari disrupsi teknologi hingga konflik geopolitik yang kian membelah dunia.”
Ia menekankan bahwa Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah internasional, melainkan aktor aktif yang memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, sebagaimana diamanatkan Pembukaan UUD 1945. Kontribusi nyata Indonesia terlihat dari partisipasi pasukan perdamaian PBB, peran mediasi dalam konflik regional, dan konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas—semua itu, menurutnya, adalah pengejawantahan sila kedua: kemanusiaan yang adil dan beradab.
Wiyagus juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tanpa landasan moral justru berpotensi merusak tatanan sosial. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, bukan sekadar hiasan dinding atau teks sejarah yang terlupakan. “Setiap kebijakan publik harus lahir dari keadilan sosial, menjamin hak-hak yang paling rentan, dan menghapus rasa ditinggalkan di kalangan rakyat,” tegasnya.
Ia menyerukan perlawanan tegas terhadap intoleransi dan radikalisme yang menggerogoti harmoni kebangsaan. “Selama darah Indonesia masih mengalir, Pancasila akan tetap hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” ucapnya di akhir pidato. “Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesia.”















