Sumbawanews.com,- Penyandang disabilitas psikososial di Kabupaten Jombang berhasil menghasilkan produk bernilai ekonomi melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial. Di Balai Desa Dukuhklopo, mereka mengolah telur asin, menganyam tas macrame, hingga membuat sapu dari serabut kelapa, sambil mendapat pendampingan terpadu di Pos Kesehatan Jiwa Mergo Waras. Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, langsung meninjau proses produksi dan menyerahkan bantuan senilai Rp82.496.521 kepada 22 penerima manfaat, termasuk alat bantu aksesibilitas dan modal usaha. Para penerima diberi sebutan hangat “para tersayang”—akronim dari Terabaikan Kasih Sayang di Saat Jiwanya Goyang—sebagai simbol penerimaan sosial tanpa stigma.
Bantuan yang disalurkan mencakup dua kursi roda standar, satu kursi roda adaptif untuk penyandang cerebral palsy, empat sepeda adaptif, serta modal usaha bagi 15 orang untuk kegiatan seperti usaha tambal ban, warung kopi, produksi telur asin, kerajinan tas, mebel, jaranan, dan penjualan pakaian. Selain itu, sekitar 100 peserta, termasuk kader Posyandu, mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan ini digelar bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta dan didukung penuh oleh Pemkab Jombang, Dinas Sosial, serta Dinas Kesehatan setempat.
Fatma menekankan bahwa bantuan ini bukan tujuan akhir, melainkan pemantik untuk mewujudkan kemandirian dan kualitas hidup yang lebih baik. Ia menegaskan, para penyandang disabilitas psikososial adalah bagian utuh masyarakat yang berhak bekerja, belajar, berkarya, dan hidup bermartabat.















