Home Berita Nasional Kemensos Dorong Petani Kakao Ende Capai Pasar Ekspor

Kemensos Dorong Petani Kakao Ende Capai Pasar Ekspor

Sumbawanews.com,- Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial menggelontorkan bantuan senilai Rp826 juta kepada 150 petani kakao organik di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Program ini menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako, dengan tujuan mengentaskan ketergantungan pada bansos dan mendorong kemandirian ekonomi berkelanjutan.

Bantuan tidak sekadar berupa uang, tetapi mencakup bibit unggul, peralatan pertanian organik, mesin pengolahan, hingga fasilitas pascapanen. Semua ini dirancang untuk memperkuat rantai nilai komoditas kakao, yang selama ini terhambat oleh rendahnya produktivitas, serangan hama, dan lemahnya akses pasar.

Kolaborasi strategis dilakukan dengan PT Mega Inovasi Organik (MIO), perusahaan pengolah kakao global yang bertindak sebagai off-taker. Melalui kesepakatan yang ditandatangani Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Kemensos Adrianus Alla dan Direktur PT MIO Dippos Naloanro Simanjuntak, petani Ende akan mendapat jaminan pembelian dengan harga premium untuk produk yang memenuhi sertifikasi internasional.

“Semangat pemberdayaan adalah menjangkau masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya tersentuh pembangunan,” ujar Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Ishaq Zubaedi Raqib, saat menghadiri acara di Kecamatan Nangapanda.

Kabupaten Ende memiliki potensi lahan kakao seluas 7.498 hektare, namun belum mampu memaksimalkan nilai ekonominya. Dengan pendekatan terpadu—mulai dari peningkatan kapasitas petani hingga jaminan pasar—Kemensos berharap muncul generasi petani baru yang mampu menembus ekspor.

Salah satu penerima bantuan, Imelda Yunimani, mengaku bersyukur dan berkomitmen merawat alat dan bibit yang diberikan. “Kami akan jaga ini sampai kapan pun, karena ini bukan sekadar bantuan, tapi jalan keluar dari kemiskinan,” katanya.

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, menyambut positif inisiatif ini. Ia menekankan bahwa dukungan sosial harus dijadikan momentum untuk bangkit secara ekonomi. “Bantuan ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan kemandirian,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Kemensos tidak hanya memberi ikan, tapi membangun sistem yang membuat petani Ende bisa memancing sendiri—dan menjual hasilnya ke pasar global.

Previous articleNanik S Deyang Resmi Pimpin BGN, Fokus Perbaiki Program MBG
Next articleEmas di Pegadaian Turun, Antam Paling Tinggi
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik