Sumbawanews.com,- Jakarta – Relawan pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Projo, menegaskan bahwa rencana blusukan Jokowi ke berbagai daerah di Indonesia merupakan kegiatan silaturahmi semata, bukan upaya mengambil alih peran pemerintahan.
Sekjen Projo Fredi Alex Damanik menyatakan bahwa agenda tersebut tidak boleh dipolitisasi. “Kami ingin menegaskan bahwa ini bukan kampanye, bukan upaya mengambil alih peran pemerintahan, dan bukan bentuk gangguan terhadap Presiden Prabowo Subianto,” ujar Fredi dalam keterangan tertulisnya.
Fredi menjelaskan bahwa blusukan Jokowi merupakan bagian dari tradisi kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. Selama 10 tahun memimpin, Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang kerap turun langsung memahami persoalan masyarakat.
“Karena itu sangat keliru jika ada pihak yang langsung menuduh setiap aktivitas beliau sebagai manuver politik,” tegasnya.
Fredi juga meminta publik tidak terprovokasi oleh narasi yang mencoba mempertentangkan Jokowi dan Prabowo. Dia menekankan pentingnya stabilitas nasional dan dukungan seluruh elemen bangsa bagi pemerintahan saat ini.
Jokowi sendiri sebelumnya menyatakan bahwa kunjungannya ke daerah bertujuan memenuhi undangan masyarakat. “Ya ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat. Ya saya, saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada,” kata Jokowi.
Selain bersilaturahmi, Jokowi juga berencana memberikan motivasi kepada masyarakat. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh ketika ditanya apakah kunjungan ini terkait persiapan Pilpres 2029.
“Karena ada undangan dari daerah,” ujarnya singkat.















