Sumbawanews.com,- Ketua DPP PSI, Bestari Barus, meminta Presiden Joko Widodo segera mengumumkan secara terbuka keanggotaannya di Partai Solidaritas Indonesia (PSI), bukan hanya sebagai simpatisan, tetapi sebagai anggota resmi. Permintaan ini disampaikan menjelang rencana blusukan Jokowi ke tiga provinsi—Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sumatera Barat—yang diharapkan menjadi momentum politik penting.
Bestari menekankan, selama sepuluh tahun menjabat sebagai presiden, Jokowi mempertahankan netralitas politik dengan tidak secara terbuka mendukung partai mana pun, termasuk PSI. Namun, kehadirannya di berbagai daerah—terutama dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan—telah menciptakan efek domino yang tak terbantahkan: ribuan warga, relawan, hingga pengurus partai lokal mulai bergabung ke PSI, menganggap kehadiran Jokowi sebagai simbol legitimasi.
“Kami menitipkan pesan kepada Pak Jokowi: sampaikan kepada masyarakat bahwa beliau kini sudah di PSI, bukan lagi di PDIP yang lama,” ujar Bestari kepada CNN Indonesia, Jumat (29/5).
Menurutnya, pengumuman resmi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memperkuat basis PSI yang tengah tumbuh pesat. Dalam beberapa bulan terakhir, partai yang dipimpinnya mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah kader dan dukungan publik, terutama di kalangan generasi muda dan profesional.
Rencana blusukan Jokowi ke Lampung, NTT, dan Sumbar tak hanya bertujuan memantau program pemerintah, tapi juga untuk bertemu langsung dengan jaringan PSI di daerah. Bestari menyebut, Jokowi akan menyempatkan waktu untuk berdialog dengan kader, relawan, hingga pengurus DPD PSI di masing-masing wilayah—sebuah bentuk pengakuan tersirat terhadap peran partai dalam membangun jembatan antara pemerintah dan rakyat.
“Beliau tidak hanya datang untuk menyapa, tapi juga memberi semangat. Ini adalah bentuk dukungan yang sangat berarti,” kata Bestari.
Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan sengit antara PSI dan PDIP, yang sebelumnya menuding PSI mengklaim dukungan Jokowi secara tidak benar. Namun, PSI membantah, menegaskan bahwa Jokowi memang belum pernah secara eksplisit menyatakan dukungan politik selama masa jabatannya—hingga kini.
Jika Jokowi benar-benar mengumumkan keanggotaannya, ini akan menjadi momen bersejarah dalam dinamika politik pasca-presidensi. Bukan hanya karena ia adalah presiden pertama yang bergabung ke partai baru setelah masa jabatannya, tetapi juga karena langkah itu bisa mengubah peta kekuatan partai politik menjelang Pemilu 2029.
Untuk kini, seluruh mata politik tertuju pada tiga daerah itu—tempat di mana keputusan besar mungkin akan diucapkan, bukan di ruang rapat, tapi di tengah kerumunan rakyat yang selama ini menjadi alasan utama Jokowi bergerak.















