Home Berita Nasional Jemaah Haji Kediri Diberangkatkan, Bupati Ingatkan Jaga Kebersamaan

Jemaah Haji Kediri Diberangkatkan, Bupati Ingatkan Jaga Kebersamaan

Sumbawanews.com,- Kediri — Ribuan jemaah haji asal Kabupaten Kediri berangkat menuju Tanah Suci pada Sabtu, 30 Mei 2026, dalam kloter ke-112. Dalam upacara pelepasan di Gedung Islamic Center, Bupati Kediri, Haryanti, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, kesabaran, dan kekompakan selama menjalankan ibadah di Mekah dan Madinah.

“Ini bukan hanya perjalanan fisik, tapi perjalanan spiritual yang menguji hati,” ujar Haryanti di hadapan jemaah yang memadati aula, sebagian besar mengenakan pakaian ihram dan membawa tas khusus berisi perlengkapan ibadah. “Di tanah suci, tak ada perbedaan status, jabatan, atau kekayaan. Yang ada hanyalah hamba yang sama-sama mengejar ridha-Nya.”

Kloter 112 ini membawa 492 jemaah asal Kediri, yang merupakan bagian dari gelombang terakhir keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun ini. Semua jemaah telah menjalani pelatihan manasik intensif selama tiga minggu, termasuk simulasi ibadah di lokasi yang menyerupai kompleks Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pemerintah daerah juga menyiapkan tim pendamping kesehatan dan komunikasi yang siap mendukung jemaah selama di Arab Saudi.

Haryanti menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah untuk memastikan layanan akomodasi, transportasi, dan makanan sesuai standar. “Jangan ragu melapor jika ada kendala. Kami tidak akan membiarkan satu pun jemaah kami sendirian di tanah suci.”

Di antara jemaah yang berangkat, terdapat pasangan suami-istri berusia 72 dan 69 tahun yang telah menabung selama 18 tahun untuk memenuhi rukun Islam kelima. “Kami tidak menyangka bisa sampai di sini. Doa kami, semoga semua yang pergi pulang dengan selamat, dan hati kami lebih tenang,” ujar Siti Aminah, salah satu jemaah asal Kecamatan Plosoklaten.

Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyerahkan paket bantuan berisi alat ibadah, obat-obatan, dan buku panduan haji dalam bahasa Indonesia. Seluruh jemaah diberi nomor telepon darurat yang terhubung langsung dengan tim pendamping di Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Abdul Muis, memastikan semua dokumen perjalanan, termasuk visa dan sertifikat vaksinasi, telah diverifikasi ulang. “Kami menargetkan 100 persen jemaah bisa menjalankan ibadah dengan lancar, tanpa hambatan teknis maupun kesehatan.”

Dengan keberangkatan kloter ini, total jemaah haji dari Kediri yang telah berangkat tahun ini mencapai 5.217 orang. Pemerintah daerah berencana menyelenggarakan acara penyambutan khusus di Bandara Abdul Rachman Saleh saat jemaah kembali, pada akhir Agustus mendatang.

Sementara itu, di Tanah Suci, ribuan jemaah Indonesia lainnya dari berbagai daerah sudah mulai menjalankan rangkaian ibadah wajib, termasuk thawaf dan sa’i, di tengah suhu yang mencapai 42 derajat Celsius. Di bawah langit yang panas, doa-doa yang sama terdengar dari mulut jutaan umat Islam — doa yang tak membedakan asal, bahasa, atau latar belakang.

Previous articleJalan Lenteng Agung Ambles, Rahasia Saluran Tua Terungkap
Next articlePresiden Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Strategis ke Prancis
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik