Home Berita Nasional Jalan Raya Lenteng Agung Masih Macet Usai Amblas

Jalan Raya Lenteng Agung Masih Macet Usai Amblas

Sumbawanews.com,- Arus lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, masih mengalami kemacetan parah hingga Sabtu (30/5/2026), menyusul kejadian amblasnya badan jalan yang terjadi dua hari sebelumnya. Lubang besar yang membentuk sinkhole di jalur utama menuju Depok membuat kapasitas jalan berkurang hingga setengahnya, memaksa ratusan kendaraan setiap jam berhenti panjang di titik-titik sebelum lokasi kejadian.

Pantauan di lapangan, kepadatan mulai terasa sejauh ratusan meter sebelum titik amblas. Kendaraan berjalan perlahan, bahkan terkadang berhenti total, karena hanya tersisa dua lajur yang bisa dilalui—dari semula empat lajur. Untuk mengurai kemacetan, petugas dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (SDA) Jagakarsa terus bekerja memasang tambahan plat baja di atas lubang, sekaligus memperluas jalur sementara yang aman untuk dilintasi.

Lubang yang membentang sepanjang 16 meter, lebar 3 meter, dan dalam 3 meter itu diduga berasal dari kerusakan saluran air bawah tanah (hong) berusia tua. Menurut Kasatpel SDA Jagakarsa, Sartono, hong berdiameter sekitar 3 meter yang berada di bawah jalan mengalami keropos akibat penuaan struktur. Akibatnya, tanah di atasnya runtuh tanpa peringatan, menciptakan lubang besar yang langsung menelan sebagian aspal dan badan jalan.

Menariknya, pihak SDA dan Bina Marga telah melakukan survei lokasi pada pagi hari yang sama, Kamis (28/5), sebelum kejadian terjadi malam harinya. Pada kesempatan itu, Bina Marga sempat memperbaiki bagian jalan yang bergelombang dan memasang rambu peringatan. Namun, kerusakan tersembunyi di bawah permukaan—yang tak terdeteksi oleh inspeksi visual—tetap menjadi pemicu utama kegagalan struktural.

Saat ini, upaya perbaikan sementara terus berlangsung dengan pemasangan box culvert dan penambahan material penahan tanah. Pemerintah daerah menargetkan pemulihan lalu lintas normal dalam waktu dekat, meski belum memberikan jadwal pasti. Warga dan pengendara yang rutin melintasi rute ini diminta tetap bersabar, sambil menghindari jalur alternatif yang juga mulai terbebani akibat perpindahan arus kendaraan.

Kecelakaan ini kembali mengingatkan betapa rentannya infrastruktur lama di ibu kota, terutama di kawasan padat yang tekanan lalu lintasnya terus meningkat. Dengan kondisi hong yang sudah berusia puluhan tahun, banyak pakar menilai bahwa perlu evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase bawah tanah di seluruh Jakarta, bukan hanya di titik-titik yang sudah rusak.

Previous articleWanita Tewas di Hotel Jaksel, Pelaku Diamankan
Next articleTiga Tim Indonesia Berpeluang Juara di FFWS SEA 2026
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik