Home Berita Nasional Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Warga Diminta Segera Mengungsi

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Warga Diminta Segera Mengungsi

Sumbawanews.com,- Militer Israel telah memperluas operasi daratnya ke wilayah selatan Lebanon, memicu kekhawatiran kemanusiaan yang semakin mendalam. Pasukan IDF dikonfirmasi telah menyeberangi Sungai Litani—sebuah garis geografis strategis yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan—dalam serangan ofensif yang bertujuan menghancurkan infrastruktur dan posisi Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran.

Dalam pernyataan resmi, Komando Militer Israel menyatakan operasi itu dirancang untuk “memperluas Garis Pertahanan Depan” dan menghilangkan ancaman langsung terhadap komunitas sipil di Galilea Panhandle dan Metula, wilayah utara Israel yang kerap menjadi sasaran serangan roket. Pasukan juga dikabarkan telah menguasai titik-titik kunci di Beaufort Ridge dan Wadi al-Saluki, dua zona yang selama ini menjadi sarang aktif Hizbullah.

Sementara itu, juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, melalui akun media sosial berbahasa Arab, memperingatkan warga sipil Lebanon untuk segera meninggalkan daerah selatan Sungai Zahrani. “Warga Lebanon selatan, Anda harus segera pindah ke utara Zahrani,” tegasnya, menambahkan bahwa serangan udara dan darat akan diperkuat dalam waktu dekat.

Respons Lebanon tajam. Perdana Menteri Nawaf Salam mengecam aksi Israel sebagai kebijakan “bumi hangus,” yang sengaja dirancang untuk menghancurkan kehidupan sipil dan memaksa penduduk mengungsi. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan sejak 2 Maret 2026 telah menewaskan lebih dari 3.371 orang, dengan ribuan lainnya terluka atau kehilangan tempat tinggal.

Meski gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah secara resmi berlaku sejak 17 April lalu, kedua belah pihak saling menuduh melanggar kesepakatan. Israel menegaskan bahwa serangan terbaru adalah respons terhadap pelanggaran berulang oleh Hizbullah, sementara Beirut menilai tindakan Tel Aviv sebagai upaya memperluas kendali militer atas wilayah perbatasan.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang kembali memimpin pemerintahan koalisi setelah pemilu tahun lalu, tidak menampik bahwa Israel tengah memasuki fase baru konflik. “Kami tidak mencari perang, tetapi kami tidak akan membiarkan ancaman terhadap warga kami tetap hidup,” ujarnya dalam pidato darurat.

Pertempuran yang semakin intens ini memperburuk krisis kemanusiaan di Lebanon selatan, di mana jembatan, rumah sakit, dan sekolah menjadi sasaran udara. Organisasi kemanusiaan PBB memperingatkan bahwa lebih dari 100.000 warga sipil kini terjebak di zona pertempuran, dengan akses terbatas terhadap air bersih, makanan, dan perawatan medis.

Sementara itu, Amerika Serikat dan sekutu Eropa terus menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan, namun upaya diplomasi tampak terhambat oleh ketidakpercayaan mendalam antara Tel Aviv dan Teheran. Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, baru-baru ini memperingatkan bahwa eskalasi bisa memicu konflik regional yang lebih luas jika tidak ada kemajuan dalam negosiasi.

Dengan operasi militer yang kini mencapai wilayah yang sebelumnya dianggap “aman,” dunia mengawasi dengan cemas: apakah Lebanon akan menjadi medan perang baru yang tak kunjung usai, atau apakah tekanan internasional akan mampu menghentikan siklus kekerasan yang telah menelan ribuan nyawa.

Previous articleDKI Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Hingga Agustus
Next articleBadai Pasir Gegerkan Rajasthan, Jarak Pandang Hampir Nol
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik