Sumbawanews.com,- Kementerian Kesehatan mengonfirmasi bahwa dokter muda berinisial SZM, yang tewas setelah melompat dari lantai 18 apartemen Kalibata, Jakarta Selatan, pada akhir Juli 2026, mengalami gangguan kesehatan jiwa dan menjalani terapi obat secara rutin. Hasil investigasi Kemenkes menunjukkan, SZM yang sedang menjalani program internship di RS Sentra Medika, Depok, dan merupakan lulusan Unhas, telah menjalani pemeriksaan kesehatan fisik sebelum magang dengan hasil normal. Namun, data medis menunjukkan adanya masalah kesehatan jiwa yang ditangani dengan pengobatan teratur. Ia tinggal di apartemen Kalibata dan rutin melakukan perjalanan pulang-pergi selama 40 menit ke rumah sakit. Selama dua minggu pertama masa orientasi, SZM didampingi ibunya. Program internship-nya direncanakan berlangsung selama satu tahun, dengan periode pertama di RS Sentra Medika dari 25 Juni hingga 24 Desember 2026, lalu dilanjutkan ke Puskesmas Abadi Jaya hingga Juni 2027.















