Sumbawanews.com,- Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat jaringan respons darurat dengan menjamin layanan Call Center 112 beroperasi nonstop selama 24 jam, siap melayani setiap laporan warga tanpa jeda. Dengan sistem bebas pulsa dan koordinasi lintas instansi, layanan ini menjadi tulang punggung penanganan kedaruratan di wilayah yang padat penduduk itu.
Data dari Januari hingga Maret 2026 menunjukkan, sebanyak 9.812 panggilan masuk ke pusat kendali tersebut. Dari jumlah itu, 1.033 laporan tergolong kegawatdaruratan—mulai dari kecelakaan lalu lintas, kebakaran, pohon tumbang, hingga kebutuhan medis mendesak. Sementara 1.006 panggilan lainnya merupakan permintaan bantuan non-darurat, seperti gangguan penerangan jalan umum atau evakuasi hewan liar. Namun, sebanyak 6.892 panggilan teridentifikasi sebagai prank call atau ghost call, menunjukkan tantangan dalam memilah informasi valid di tengah tingginya volume laporan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo, menegaskan bahwa setiap laporan nyata langsung diteruskan ke unit terkait secara real-time. “Kami tidak hanya menerima, tapi langsung mengkoordinasikan dengan BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, PMI, Satpol PP, hingga perangkat teknis lainnya. Tujuannya satu: respons cepat, tepat, dan terpadu,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Sistem ini menjadi andalan masyarakat saat menghadapi bencana atau insiden tak terduga. Di tengah padatnya lalu lintas dan tingginya risiko kecelakaan, keberadaan 112 memberi jaminan bahwa bantuan bisa datang dalam hitungan menit—bukan jam. Bupati Sidoarjo, Subandi, pun secara konsisten mendorong optimalisasi layanan ini sebagai bagian dari strategi pelayanan publik berbasis teknologi dan kecepatan.
Dengan infrastruktur yang terintegrasi dan tim yang siap siaga, Pemkab Sidoarjo berharap masyarakat semakin percaya dan aktif melaporkan kondisi darurat melalui saluran resmi ini. Sebab, setiap panggilan yang valid bisa menyelamatkan nyawa—dan setiap detik berharga.















