Sumbawanews.com,- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, resmi menunjuk Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, sebagai Juru Bicara lembaga tersebut. Penunjukan ini diumumkan usai rapat kerja tertutup dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Senin, 15 Juni 2026, yang membahas pagu anggaran BGN tahun 2027.
Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota DPR menyampaikan masukan penting terkait perlunya penguatan komunikasi publik di lingkungan BGN. Menanggapi hal itu, Nanik menegaskan bahwa kehadiran juru bicara bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memastikan transparansi, akurasi informasi, dan keterbukaan dalam menyampaikan kebijakan dan capaian program gizi nasional.
“Kami menerima masukan yang sangat konstruktif dari Komisi IX. Salah satu poin utamanya adalah perlunya saluran komunikasi resmi yang kuat, cepat, dan berbasis data,” ujar Nanik. “Agustina memiliki pemahaman mendalam tentang seluruh aspek operasional BGN, dari program pemberdayaan gizi hingga tantangan distribusi nutrisi di daerah terpencil. Ia adalah pilihan yang tepat.”
Agustina Arumsari, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, dikenal sebagai sosok yang akrab dengan dinamika kebijakan kesehatan dan gizi di tingkat nasional. Ia telah terlibat langsung dalam perumusan strategi penanggulangan stunting, pengembangan pedoman gizi seimbang, serta koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, dan pemerintah daerah.
Dengan jabatan baru ini, Agustina akan menjadi suara resmi BGN dalam menyampaikan informasi kepada media, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Tugasnya mencakup menjawab pertanyaan publik terkait program gizi, merespons isu yang berkembang di media sosial, hingga memperjelas misi BGN dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak.
Nanik menekankan bahwa komunikasi publik yang baik adalah bagian tak terpisahkan dari akuntabilitas institusi. “Kami tidak hanya bertanggung jawab terhadap anggaran, tapi juga terhadap kepercayaan masyarakat. Jubir ini akan menjadi jembatan antara data ilmiah dan kebutuhan informasi masyarakat,” tegasnya.
Penunjukan ini juga menandai upaya BGN untuk memperbarui tata kelola lembaga pasca reformasi struktural tahun lalu. Dengan Agustina sebagai juru bicara, BGN berkomitmen untuk membangun budaya komunikasi yang proaktif, responsif, dan berbasis bukti—bukan sekadar reaktif terhadap isu yang muncul.
Agustina sendiri menyatakan siap menjalankan peran baru ini dengan penuh tanggung jawab. “Gizi bukan hanya soal makanan, tapi soal keadilan, akses, dan edukasi. Saya ingin masyarakat memahami bahwa setiap kebijakan BGN lahir dari kebutuhan nyata, bukan dari asumsi,” ujarnya.
Penunjukan ini mulai berlaku efektif sejak hari ini, dan Agustina akan menggelar konferensi pers perdana sebagai Jubir BGN dalam waktu dekat.















