Sumbawanews.com,- Sebanyak 21 orangutan di Kalimantan Tengah mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Satwa langka itu dirawat intensif di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Nyaru Menteng, dengan dukungan enam dokter hewan yang memberikan nebulizer dan vitamin untuk memulihkan kondisi mereka. Pihak BOSF berkoordinasi erat dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng untuk memastikan perawatan berjalan optimal. Di sisi lain, lima orangutan liar berhasil dievakuasi dari zona bahaya, tiga di antaranya—termasuk pasangan induk dan anak bernama Raya dan Rayu—telah dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya setelah dinyatakan sehat.















