Home Berita Internasional UFC Digelar di Halaman Selatan Gedung Putih

UFC Digelar di Halaman Selatan Gedung Putih

Sumbawanews.com,- Sebuah kandang oktagon raksasa sedang dirakit di halaman selatan Gedung Putih, siap menyambut pertarungan Ultimate Fighting Championship (UFC) pada 14 Juni 2026—sebagian dari rangkaian perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dan ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump. Proyek sementara ini, yang mencakup panggung berwarna merah-putih-biru, layar raksasa, dan ribuan kursi penonton, menjadi proyek konstruksi terbaru dalam serangkaian perubahan fisik besar-besaran di kompleks kepresidenan.

Kandang pertarungan yang dikelilingi jaring kawat itu akan ditempatkan tepat di depan pintu utama Gedung Putih, dengan latar belakang arsitektur ikonik Amerika. Di sekelilingnya, ribuan kursi penonton akan dipasang, termasuk ruang khusus bagi marching band yang akan menggelegarkan suasana dengan musik hidup. Layar tampilan besar juga akan dipasang di taman Ellipse, dekatnya, untuk menampung penonton tambahan. UFC mengklaim akan membagikan hingga 85.000 tiket gratis, dengan Trump menyebut permintaan masyarakat “sangat luar biasa” dan “belum pernah terlihat sebelumnya.”

Pertarungan utama akan mempertemukan Alex Pereira dari Brasil melawan Ciryl Gane dari Prancis untuk gelar sementara kelas berat, diikuti oleh duel antara juara ringan Ilia Topuria dari Spanyol-Georgia dan Justin Gaethje, satu-satunya warga negara Amerika yang saat ini memegang sabuk juara UFC. Meski dianggap kurang spektakuler oleh sebagian penggemar, acara ini tetap menjadi sorotan nasional sebagai simbol keberanian dan semangat perayaan.

Proyek ini bukan satu-satunya perombakan besar di kompleks Gedung Putih di bawah kepemimpinan Trump. Sebelumnya, sebagian Taman Mawar telah diratakan untuk membangun teras bergaya Mar-a-Lago, plakat partisan dipasang di kolonade sebagai “Jalan Kehormatan Presiden”, toilet di kamar Lincoln direnovasi, ruang Palm Room diubah fungsinya, dan tiang bendera baru dipasang di halaman utara dan selatan. Rencana paling ambisius termasuk pembongkaran seluruh sayap timur untuk membangun ballroom raksasa, pengecatan ulang Gedung Kantor Eisenhower, serta pembangunan arsitektur lengkung setinggi 76 meter di dekat Monumen Lincoln—lokasi yang juga akan digunakan untuk acara timbang berat UFC.

Perayaan “America 250” tidak berhenti di UFC. Rangkaian acara lainnya mencakup balapan IndyCar yang melintas di depan Gedung Putih dan “Great American State Fair” di National Mall. Dengan setiap proyek, Gedung Putih berubah menjadi panggung politik, budaya, dan hiburan—sekaligus menjadi simbol kuat dari visi presiden yang ingin meninggalkan jejak tak terlupakan, bahkan di tanah yang selama berabad-abad dianggap sakral.

Previous articleKasum TNI Tinjau Pemeriksaan Kontainer Mineral Hasil Penindakan TNI AL di Batam
Next article**Sapi Kurban Presiden, Wujud Bantuan Negara untuk Rakyat**
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik