Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan keaslian duka masyarakat Iran atas pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, yang berlangsung pada 4 Juli 2026 di Teheran. Dalam wawancara dengan Axios, Trump menyatakan terkejut melihat antusiasme massa yang memadati jalanan untuk memberi penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Iran itu, dan menyebut air mata mereka kemungkinan “palsu”. Ia mengaku mengira rakyat Iran membenci Khamenei, sehingga kesedihan yang ditunjukkan tidak mencerminkan perasaan sejati.
Trump juga mengungkap bahwa Iran telah memohon agar kedua negara segera menjajaki kesepakatan, namun pembicaraan ditunda hingga prosesi pemakaman selesai. Ia menegaskan bahwa AS sengaja menahan diri dari serangan selama masa berkabung, meski memiliki kesempatan untuk melumpuhkan Iran. “Mereka semua ada di sana. Satu tembakan (dan kami bisa menghabisi mereka semua), tetapi kami tidak akan melakukan itu karena kemudian kami tidak akan punya siapa pun untuk diajak bernegosiasi,” ujarnya.
Prosesi pemakaman Khamenei dimulai di Masjid Agung Imam Khomeini, Teheran, dengan jutaan warga Iran berbondong-bondong memberi penghormatan. Rangkaian upacara akan berlanjut ke Qom pada 7 Juli 2026, lalu ke Mashhad, sebelum jenazah dimakamkan di Kuil Imam Reza pada 9 Juli 2026. Pemakaman putri dan menantu Khamenei, yang tewas dalam serangan AS-Israel di Teheran pada 28 Februari 2026, juga dijadwalkan pada hari yang sama.
Saat ini, jabatan Pemimpin Tertinggi Iran dipegang oleh putra Khamenei, Mojtaba Khamenei. Istri Mojtaba juga tewas dalam serangan yang sama pada Februari lalu.















