Home Berita Internasional Trump Klaim Kesepakatan Iran Akan Ditandatangani Minggu Ini

Trump Klaim Kesepakatan Iran Akan Ditandatangani Minggu Ini

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran akan ditandatangani pada Minggu (14/6), sebuah langkah yang menurutnya akan membuka Selat Hormuz untuk semua pihak dan menghentikan ambisi nuklir Teheran selamanya. Dalam unggahan di platform Truth Social pada Sabtu malam, Trump menulis: “Kesepakatan dijadwalkan ditandatangani besok, dan segera setelah itu, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA.”

Pernyataan itu muncul tak lama setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengindikasikan bahwa kesepakatan itu berpotensi difinalisasi dalam 24 jam ke depan. Pakistan, yang bertindak sebagai mediator dalam gencatan senjata antara AS-Israel dan Iran sejak April lalu, dikabarkan sedang menyiapkan penandatanganan elektronik sebelum melanjutkan pembahasan teknis pekan depan.

Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar diplomasi biasa, melainkan “tembok beton” terhadap senjata nuklir Iran. Ia menjamin bahwa Teheran tidak lagi menginginkan senjata nuklir—baik melalui pengembangan, pembelian, maupun cara lain—andai pun ada, Amerika akan menghancurkannya. “Kami akan menghapus material nuklir Iran dengan pesawat B-2 pada waktu yang tepat, ketika situasi sudah stabil,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tidak akan ada aliran dana dari Washington ke Teheran, dan hubungan AS-Iran kini jauh lebih baik dibanding era pemerintahan sebelumnya. “Kami tidak akan membayar untuk keamanan mereka. Kami akan memastikan mereka tidak pernah punya senjata nuklir—dan kami punya cara untuk memastikannya,” tegasnya.

Namun, klaim Trump bertentangan dengan pernyataan resmi dari Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah bahwa penandatanganan akan terjadi pada Minggu. “Kami belum menetapkan tanggal pasti. Bisa saja dalam beberapa hari ke depan, tapi bukan besok,” katanya. Baghaei menambahkan bahwa tim negosiasi Iran tidak memiliki rencana perjalanan ke Jenewa atau lokasi lain dalam dua hari mendatang.

Sementara itu, sumber di pemerintahan AS mengatakan penandatanganan kemungkinan akan dilakukan secara virtual, mengingat kompleksitas logistik dan sensitivitas politik di kawasan. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Washington maupun Teheran mengenai format atau lokasi pasti proses tersebut.

Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran mencapai puncaknya setelah serangan balasan Iran terhadap Israel dan sekutunya di Teluk pada Februari lalu, yang memicu penutupan sementara Selat Hormuz—jalur strategis pengiriman minyak global. Kini, kesepakatan yang digadang-gadang Trump bisa menjadi titik balik: mengakhiri kekacauan atau justru memperdalam keraguan.

Trump menutup unggahannya dengan nada optimis: “Kami menantikan kerja sama jangka panjang dengan Iran dan seluruh Timur Tengah. Semoga proses ini berjalan cepat, mudah, dan lancar. Jika tidak, kami punya alternatif terakhir—yang semoga tidak perlu digunakan lagi.”

Namun, di balik retorika yang menggema, ketidaksesuaian antara klaim Washington dan penolakan Teheran menandai satu hal: kesepakatan itu, sejauh ini, masih berada di ambang kepastian.

Previous articleAS Tegaskan Blokade Iran Tak Akan Dikompromikan
Next articleShopee VIP Beri Gratis Spotify Premium 3 Bulan
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.