Home Berita Internasional Somalia Tuduh Israel Manfaatkan Konflik Somaliland

Somalia Tuduh Israel Manfaatkan Konflik Somaliland

Sumbawanews.com,- Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengutuk keras pengakuan Israel terhadap Somaliland, menyebutnya sebagai salah satu hari paling kelam dalam sejarah bangsanya. Dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi lokal Dawan TV, Mohamud menegaskan bahwa Tel Aviv sengaja memanfaatkan ketegangan berkepanjangan antara pemerintah pusat di Mogadishu dan wilayah otonom Somaliland untuk memperdalam perpecahan di kawasan.

“Ini bukan sekadar pengakuan diplomatik biasa. Ini adalah intervensi strategis yang memanfaatkan luka lama kami,” tegas Mohamud. Ia menekankan bahwa Somalia selama lebih dari tiga dekade telah memilih jalan dialog dan persuasi untuk menyelesaikan sengketa dengan Somaliland—bukan kekerasan—meskipun prosesnya lambat dan penuh tantangan.

Somaliland, yang menyatakan kemerdekaannya sejak 1991, hingga kini belum diakui oleh satupun negara anggota PBB. Mogadishu memandang wilayah itu sebagai bagian tak terpisahkan dari teritorial nasional, dan setiap bentuk hubungan resmi dengan pihak asing yang melibatkan Somaliland dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Somalia.

Israel sendiri mengumumkan pengakuan terhadap Somaliland sebagai negara berdaulat pada akhir Desember 2025, sebuah langkah yang memicu kemarahan luas di Afrika Timur dan dunia Muslim. Somalia, yang tidak pernah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, menilai Tel Aviv sebagai pelanggar berulang terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, terutama dalam konteks konflik Palestina.

“Kami tidak bisa diam melihat bagaimana kekuatan asing menggoyahkan fondasi kedaulatan kami dengan dalih ‘keterlibatan ekonomi’ atau ‘kerjasama keamanan’,” ujar Mohamud. Ia menambahkan bahwa Somalia akan terus memperkuat diplomasi multilateral untuk menolak pengakuan sepihak terhadap Somaliland, sekaligus menyerukan solidaritas global terhadap prinsip integritas teritorial.

Langkah Israel ini juga menuai kecaman dari sejumlah negara, termasuk Indonesia dan 17 negara lainnya yang sebelumnya secara resmi mengecam pembukaan kantor perwakilan Somaliland di Yerusalem. PBB pun kembali menegaskan bahwa status Somaliland tetap bagian dari Somalia, dan tidak ada perubahan hukum internasional yang mengakui perpecahan wilayah tersebut.

Dengan latar belakang konflik yang kompleks dan dinamika geopolitik yang semakin rumit, pengakuan Israel terhadap Somaliland bukan hanya soal hubungan bilateral—tapi menjadi ujian bagi tatanan diplomasi global yang berusaha menjaga stabilitas di kawasan yang rentan.

Previous articleAS-Iran Siap Tandatangani Kesepakatan Damai
Next articleAS dan Iran Hampir Capai Perdamaian, Tapi Nuklir Masih Jadi Jalan Buntu
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.