Home Berita Internasional Puluhan Ribu Terjebak di Imigrasi Malaysia Akibat Sistem Down

Puluhan Ribu Terjebak di Imigrasi Malaysia Akibat Sistem Down

Sumbawanews.com,- Pos pemeriksaan imigrasi di Johor, Malaysia, berubah menjadi lautan manusia pada Kamis dini hari, ketika sistem digital nasional tiba-tiba lumpuh selama lima jam. Puluhan ribu warga dan pelancong—sebagian besar pekerja harian Malaysia yang menuju Singapura—terjebak dalam antrean panjang yang tak bergerak, tanpa akses ke gerbang otomatis, pengenalan wajah, maupun proses digital lainnya.

Kegagalan sistem yang terjadi antara pukul 04.30 hingga 09.30 waktu setempat memaksa petugas imigrasi bertindak secara manual. Di kompleks Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina Bangunan Sultan Iskandar (BSI)—titik masuk utama menuju Jembatan Woodlands—serta di Karantina Sultan Abu Bakar (KSAB) yang terhubung dengan Jembatan Tuas, petugas harus mengganti layanan elektronik dengan formulir kertas, stempel tangan, dan pengawasan langsung. Bahkan jalur sepeda motor dan aula bus pun harus diatur secara konvensional.

“Tidak hanya sistem otomatis yang mati. Pengenalan wajah, pemindaian paspor, hingga database keamanan sama sekali tidak merespons,” ungkap seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Malaysia kepada media lokal *The Star*, menggambarkan situasi sebagai “waktu puncak” yang paling kritis dalam beberapa tahun terakhir.

Kekacauan ini bukan insiden pertama. Hanya sebulan sebelumnya, gangguan serupa sempat memblokir pergerakan ribuan orang selama dua jam. Namun, kali ini dampaknya jauh lebih luas: sekitar 114 dari 164 titik pemeriksaan imigrasi Malaysia—yang mencakup 56 titik laut, 30 darat, dan 28 bandara—terkena dampaknya. Pasukan keamanan dikerahkan secara masif untuk menjaga ketertiban, menghindari kerusuhan di tengah kepanikan para penumpang yang kehilangan jadwal kerja, penerbangan, dan janji pertemuan.

Malaysia, yang menjadi jalur transit utama bagi ratusan ribu pekerja harian Indonesia dan negara tetangga, kini menghadapi tekanan besar atas ketergantungannya pada infrastruktur digital yang rentan. Dengan 1,2 juta warga negaranya melintasi perbatasan ke Singapura setiap minggu, gangguan semacam ini bukan sekadar ketidaknyamanan—tapi ancaman terhadap stabilitas ekonomi regional.

Pemerintah Malaysia belum memberikan penjelasan resmi tentang penyebab kegagalan sistem, namun sumber internal mengindikasikan kemungkinan serangan siber atau kegagalan pemeliharaan jangka panjang. Sementara itu, ribuan orang akhirnya bisa melanjutkan perjalanan setelah sistem kembali normal, tapi trauma dan kehilangan pendapatan hari itu kemungkinan akan terasa jauh lebih lama.

Previous articleDPR Panggil Mendikdasmen soal Wajib Bahasa Prancis dan Portugis
Next articleKPK Periksa Tiga Hakim Terkait Aset Suap PN Depok
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik