Home Berita Internasional Partai Badak Kanada: Janji Tak Ditepati, Tapi Tetap Populer

Partai Badak Kanada: Janji Tak Ditepati, Tapi Tetap Populer

Sumbawanews.com,- Di tengah seriusnya politik elektoral, sebuah partai di Kanada justru berdiri sebagai sindiran hidup terhadap janji-janji politik yang kosong. Parti Rhinoceros—atau Partai Badak—didirikan pada 1963 oleh dokter sekaligus humoris Montreal, Jacques Ferron, bukan untuk merebut kekuasaan, tapi untuk menertawakan sistemnya. Motto mereka sederhana namun mematikan: *“Janji untuk tidak menepati satu pun janji.”*

Bukan partai biasa. Partai Badak mengemas kritik sosial dalam bentuk absurditas yang jenaka. Dalam kampanye, mereka mengusulkan menghapus gravitasi—karena “belum disahkan Parlemen”—atau menghilangkan lingkungan karena “biayanya terlalu mahal dan sulit dikelola.” Di bidang pendidikan, mereka berjanji mengganti guru yang sedang cuti dengan foto ilmuwan terkenal. Untuk pertahanan nasional, mereka berkomitmen “memodernisasi militer dengan cara yang tidak masuk akal.”

Meski terdengar gila, partai ini justru punya pengaruh nyata. Pada pemilu federal 1984, 89 kandidat Partai Badak maju di seluruh Kanada dan mengumpulkan 99.207 suara—hampir 0,8 persen dari total suara nasional. Angka yang tak bisa diabaikan, terutama bagi partai yang tidak menawarkan program serius.

Kandidat mereka pun tak kalah unik. Ted “Not Too” Sharp, yang maju di Kingston dan Kepulauan, berjanji memberi hak yang sama kepada hewan dengan slogan “Fauna, bukan Flora.” Ada pula Penny Hoar, aktivis seks aman, yang membagikan kondom sambil mengingatkan: “Politisi mempermainkanmu—lindungi dirimu.” Bahkan, pada 1988, mereka mencalonkan seorang kandidat bernama John Turner—persis seperti nama pemimpin Partai Liberal yang menjadi lawannya. Hasilnya? 760 suara. Tidak menang, tapi cukup membuat orang tertawa dan berpikir.

Partai ini paling aktif di Quebec, dengan 15 kandidat pada pemilu terakhir, dibandingkan tujuh di Ontario. Meski tak pernah menang, mereka tetap eksis—karena masyarakat Kanada justru menganggapnya sebagai bentuk demokrasi yang sehat: ruang bagi suara yang tidak diakui, tapi tetap didengar.

Dalam dunia politik yang sering kali dipenuhi retorika manis dan janji-janji yang dilupakan, Partai Badak hadir sebagai cermin. Bukan karena mereka ingin berkuasa, tapi karena mereka ingin mengingatkan: jangan pernah percaya sepenuhnya pada siapa pun yang berjanji terlalu banyak.

Previous articleRevisi UU Pemilu Bisa Diambil Alih Pemerintah
Next articleIran dan AS Sepakat Cairkan Aset Rp 180 Triliun
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik