Sumbawanews.com,- Para perwira tinggi militer Israel menduga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berencana memperluas serangan di Gaza menjelang pemilihan umum parlemen pada 27 Oktober 2026. Laporan dari surat kabar Maariv menyebut sejumlah petinggi militer khawatir rencana ini bertujuan memperpanjang konflik demi memengaruhi hasil pemilu, di mana blok Netanyahu diperkirakan gagal meraih mayoritas kursi. Para jenderal menolak tegas kemungkinan memulai perang baru yang dianggap tidak perlu, dengan pernyataan tegas: “Kami tidak akan terlibat dalam perang baru yang tidak perlu.” Ketegangan antara pimpinan politik dan militer semakin memburuk di tengah situasi kemanusiaan yang memprihatinkan di Gaza, di mana Kementerian Kesehatan melaporkan 73.420 warga Palestina tewas dan 174.369 terluka sejak 7 Oktober 2023. Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, 1.286 orang tewas dan 4.257 lainnya terluka, sementara 813 jenazah telah dievakuasi—banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan karena tim penyelamat kesulitan menjangkau lokasi serangan.















